NASIONAL

Korban Kerusuhan Papua Bertambah, 19 Tewas

Polda Papua akan memeriksa 5 anggota KPUD Kabupaten dan dua kandidat bupati yang bertikai.

ddd
Selasa, 2 Agustus 2011, 18:59
Warga Papua berdemonstrasi di KPU
Warga Papua berdemonstrasi di KPU (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews- Korban kerusuhan di Ilaga Kabupaten Puncak, Papua, bertambah menjadi 19 orang. Lima anggota KPU setempat, yang diduga merupakan pemicu kerusuhan, akan diperiksa Polda Papua.

"Dua warga yang sebelumnya mengalami luka parah, saat kerusuhan meletus akhirnya tewas, jadi sekarang jumlah korban tewas menjadi 19 orang," ujar Juru Bicara Polda Papua, Kombes Wachyono.

Kedua korban meninggal akibat luka parah yang dideritanya, saat dirawat dirumah sakit Timika. "Mereka meninggal di RS Timika, setelah diterbangkan dari Ilaga," dia menerangkan. 

Saat ini kondisi Ilaga sudah berangsur pulih, setelah satu peleton pasukan Brimob diterbangkan untuk membantu Polsek setempat. Meski situasi mulai terkendali, namun kepolisian tetap mewaspadai terjadinya bentrok susulan.

Wachyono mengatakan penyidik Polda Papua akan memeriksa lima anggota KPUD Kabupaten serta dua kandidat bupati yang bertikai. "Kami akan periksa siapapun yang terlibat, termasuk pemicu meletusnya kerusuhan, baik itu KPUD dan calon yang berselisih," dia menegaskan.

KPUD Provinsi Papua juga akan memanggil seluruh anggota KPUD Puncak pasca kerusuhan massal antara dua kubu kandidat bupati. Ketua KPUD Provinsi Papua Benny Suweni mengatakan beberapa di antara mereka terindikasi menjadi pemicu bentrokan.

Seharusnya, lanjut dia, KPUD Puncak mengacu pada peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2011 dalam pelaksanaan pemilukada. KPUD Puncak harusnya menerima semua kandidat yang mendaftar, sekalipun ada masalah dalam intenal partai pendukung.

"Mestinya semua di akomodir dulu siapapun yang mendaftar, bukan malah menolaknya. Apalagi penolakan dilakukan di luar kantor. Masalah lolos atau tidak akibat ada rekomendasi ganda, itu dilakukan saat proses verifikasi berjalan," jelasnya.

KPUD Provinsi juga akan mengkonfrontir semua dokumen yang sudah diserahkan salah satu calon kepada KPUD Puncak, untuk mengetahui secara pasti alasan penolakan. "Yang pasti jika kami temukan ada penyimpangan dalam melaksanakan proses tahapan pemilukada, tentu akan ditindak tegas," ucapnya. (Laporan: Banjir Ambarita, Papua | kd)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id