NASIONAL

SBY Bahas Pengangkatan Tenaga Honor Jadi PNS

Menurut Presiden Yudhoyono, tak baik kelebihan tenaga kerja. Harus dicarikan solusinya.
Selasa, 2 Agustus 2011
Oleh : Eko Huda S, Fadila Fikriani Armadita
Pegawai Negeri Sipil (PNS)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini memimpin rapat yang membahas rancangan peraturan pemerintah tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Rapat ini juga membahas soal rancangan peraturan pemerintah tentang pegawai tidak tetap.

"Kedua hal ini merupakan isu yang menjadi perhatian banyak kalangan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 2 Agustus 2011.

SBY mengklaim, pada periode pertama pemerintahannya telah banyak melakukan pengangkatan pegawai negeri dari tenaga honorer. "Jumlahnya lebih dari satu juta waktu itu," kata dia.

Menurut dia, pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS harus melalui persyaratan tertentu agar kepegawaian tepat dan baik. Saat ini, kata SBY, pemerintah daerah kembali merekrut banyak tenaga honorer khususnya di bagian  administrasi negara.

Menurut dia, tidak baik pemerintah kekurangan pegawai. Namun, kelebihan pegawai juga tidak baik. "Tentu saja ini kita harus carikan solusinya," kata dia.

SBY mengatakan, salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah dengan menghitung secara cermat kebutuhan pegawai negeri. Kebutuhan pegawai tersebut, menurut dia, bukan hanya dalam kegiatan penyelenggara negara, tetapi juga lembaga negara lainnya.

Yudhoyono mengatakan, urusan menata pengawai di pemerintah daerah termasuk pengangkatan honorer harus direncanakan dan dikalkukasikan dengan  tepat dan benar. "Kita ingin permudah setiap urusan tapi itu semua harus berangkat dari tatanan yang baik," kata presiden.

SBY mengatakan dirinya kerap mendapatkan SMS dari berbagai daerah di tanah air menyangkut pengangkatan honorer menjadi PNS. "Ada yang SMS-nya  patut  direspon, ditanggapi, tapi juga sesuguhgnya urusan di daerah itu ada yang harus dijawab bupati walikota supaya duduk perkara jdi gamblang," kata dia. (ren)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found