TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Marzuki Alie Angkat Wacana Pembubaran KPK

"Kalau Pansel tak mendapat orang yang layak, bilang tak ada. KPK otomatis kita bubarkan."
Marzuki Alie Angkat Wacana Pembubaran KPK
Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah (kanan) dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja (kiri) (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews – Ketua DPR Marzuki Alie mengaku tak yakin ada pertemuan antara Nazaruddin dan Wakil Ketua KPK Chandra M. Hamzah, seperti yang dikemukakan Nazaruddin beberapa waktu lalu. Namun apabila hal itu benar, maka menurut Marzuki, wacana pembubaran KPK patut dipertimbangkan.

“Kalau memang terbukti ada pertemuan itu, perlu dipikirkan kembali apakah lembaganya perlu dibubarkan, dan fungsinya kita kembalikan ke lembaga-lembaga penegak hukum yang ada, dengan pengawasan yang lebih baik,” kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat 29 Juli 2011.

Marzuki menekankan, KPK betul-betul lembaga penegak hukum yang terdepan dan sangat diharapkan untuk memberantas korupsi. Ia mengingatkan, KPK dahulu dibentuk sebagai kekecewaan terhadap lembaga-lembaga hukum lain yang tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. “Tapi kalau KPK sebagai lembaga ad hoc kini juga sudah tidak dipercaya lagi, maka apa gunanya lembaga ini,” ujarnya.

“Nyatanya KPK tidak membawa perubahan. Lebih banyak manuver politik daripada pemberantasan korupsi,” imbuh Marzuki. Ia juga mengingatkan, pimpinan KPK sebagai individu-individu juga membawa nama lembaga mereka. Oleh karena itu, Marzuki menegaskan, para pimpinan KPK tidak boleh melanggar kode etik.

“Kalau kita mengharapkan KPK betul-betul kredibel dalam menegakkan hukum, tapi anggota KPK justru melakukan perbuatan yang melanggar etika, masih adakah orang lain di KPK yang betul-betul mengemban amanah,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Apapun, Marzuki berpendapat Chandra adalah sosok yang baik. “Walaupun saya tidak kenal dekat dengan dia, tapi di rapat-rapat saya memberi apresiasi terhadap pemikiran-pemikirannya. Masalahnya, jika pemikiran positif itu tidak disertai dengan implementasi berupa tindakan nyata, itu hanya akan jadi angin surga saja,” kata Marzuki.

Marzuki pun mempersilakan Panitia Seleksi Pimpinan KPK untuk bekerja memilih orang-orang terbaik yang dianggap layak menjadi nahkoda bagi KPK ke depannya. “Tapi kalau Pansel tidak mendapatkan orang yang layak, bilang saja tidak ada orangnya. KPK otomatis kita bubarkan,” ujar Marzuki.

Chandra sendiri telah membantah pernah bertemu dengan Nazaruddin, sedangkan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja mengaku pernah bertemu Nazaruddin dua kali – salah satunya didampingi oleh Juru Bicara KPK Johan Budi. Chandra, Ade, dan Johan, kini tidak lolos dalam seleksi pimpinan KPK periode mendatang. (eh)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP