NASIONAL

Semburan Lumpur di NTT

"Kalau Semburan Meluas, Warga Dievakuasi"

Semburan terjadi di tiga lokasi, membentuk kawah lumpur selebar 50 meter.

ddd
Rabu, 21 Januari 2009, 12:32
 
   

VIVAnews - Semburan lumpur terjadi di lokasi pengeboran panas bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Malatoko, Nusa Tenggara Timur. Saat ini, penyebab semburan sedang diselidiki. Tim ahli geologi Bandung dan seorang ahli geologi dari Dinas Pertambangan Nusa Tenggara Timur sudah bertolak ke Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan NTT, Johanis Bria Seran, hasil penyelidikan akan jadi rujukan bagi pemerintah. "Kalau semburan meluas maka akan dilakukan evakuasi terhadap penduduk sekitar," kata dia ketika dihubungi dari Kupang, Rabu 21 Januari 2009.

Ditambahkan Johanis, selain melihat langsung lokasi semburan, tim ahli geologi akan mendeteksi penyebab semburan dari material yang disemburkan.  "Apakah material berasal dari lapisan atas atau lapisan bawah," kata dia.

Jika dari bawah, tambah Johanis, berarti semburan lumpur berasal dari perut bumi. Namun, jika dari atas permukaan berarti disebabkan penyumbatan pipa gas.

Secara teknis, kata dia, ada beberapa kemungkinan sehingga terjadi  semburan lumpur. "Salah satunya mungkin karena hujan deras sehingga terjadi longsoran disekitar pipa gas," tambah dia.  Akibatnya, terjadi penyumbatan dan mengakibatkan lumpur yang telah bercampur air menyembur dari sekitar pipa gas.

Asumsi tersebut didasarkan fakta lokasi semburan, tak jauh dari lubang pemboran pertama yang tidak dimanfaatkan karena terjadi patahan.

Semburan lumpur panas tersebut kini telah membentuk kawah sekitar 50 meter. Warga dibantu beberapa petugas telah menggali selokan agar lumpur panas yang meluap tidak masuk ke areal perkebunan warga.

Beberapa warga mengaku takut semburan terus meluas dan berdampak buruk bagi kelangsungan penduduk sekitar. "Kami kuatir semburan bisa merusak tanaman perkebunan atau menenggelamkan daerah kami," ujar Martinus Ngera, warga Mataloko. Warga juga khawatir tanaman jagung mereka gagal panen karena terkena semburan lumpur panas.

Saat ini, terdapat tiga lokasi semburan. Diameter masing-masing lubang mencapai 50 centimeter dengan ketinggian rata-rata 1,5 meter. Suhu lumpur yang menyembur sekitar 120 derajat celcius.

Pengeboran panas bumi  di Mataloko bertujuan untuk membangkitkan turbin listrik untuk menyuplai kebutuhan listrik di sebagian Flores. Pengeboran dilakukan sejak tahun 2005 lalu, namun hingga kini listrik panas bumi tersebut belum berfungsi.

Laporan: Jemris Fointuna|Kupang



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com