NASIONAL

Limbah Pabrik Jakarta Cemari Pantai Bekasi

Terbukti dengan matinya ribuan ikan, mulai dari bibir pantai, hingga 20 km ke tengah laut.

ddd
Kamis, 21 Juli 2011, 22:15
Ilustrasi limbah
Ilustrasi limbah (e-dukasi.net)

VIVAnews - Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta serius mengatasi masalah pencemaran laut di perairan Teluk Jakarta, terutama di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Air laut di sana diduga sudah tercemar zat kimia akibat pembuangan limbah industri

“Pencemaran lingkungan di laut sudah terjadi sejak dua bulan lalu, itu terlihat dengan sering matinya ribuan jenis ikan dari mulai bibir pantai Taruma Jaya, bahkan tidak jarang sampai radius 20 kilometer ke tengah laut,” ujar Ketua Karang Taruna Kecamatan Taruma Jaya, Zainal Abidin, di Bekasi, Kamis 21 Juli 2011.

Zainal yang juga berprofesi sebagai nelayan khawatir jika pihak terkait tidak segera mengambil langkah-langkah antisipasi, pencemaran bisa merusak ekosistem laut, sehingga masyarakat sudah tidak bisa lagi mencari ikan.

“Di sini masyarakatnya mayoritas mengandalkan hasil tangkapan dari laut. Kalau ini dibiarkan terus, kita bingung mau kerja apa,” katanya.

Pencemaran di laut diperkirakan akibat adanya pembuangan limbah industri baik itu dari wilayah Jakarta ataupun dari wilayah utara Kabupaten Bekasi. Pencemaran yang biasanya terjadi secara tiba-tiba sudah rutin sejak dua bulan lalu.

“Nelayan sendiri tahu kalau ada pencemaran, ya dari banyaknya ikan yang mati. Kalau sudah begitu biasanya kita nggak melaut, kita sibuk mungutin ikan karena baunya busuk menyengat,” lanjutnya.

Beberapa waktu lalu menurut Zainal, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) sudah mengecek kadar pencemaran laut di Teluk Jakarta sejak Marunda hingga Tarumajaya. Berdasarkan hasil penelitian kualitas air diketahui bahwa laut sudah tercemar zat kimia akibat pembuangan limbah industri.

Kawasan Pencemar

Belum diketahui secara pasti dari mana limbah di buang, namun berdasarkan pemantauan sepanjang Teluk Jakarta terdapat banyak kawasan industri yang berpotensi melakukan pencemaran.

Wilayah-wilayah itu adalah Kawasan Berikat Nusantara Cilincing Jakarta Utara, Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Timur, pabrik minyak goreng di Taruma Jaya dan beberapa pabrik lain di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

“Nelayan di sini sih inginnya Pemerintah Kabupaten Bekasi turun langsung ke lapangan, kalau nggak bisa ngecek pencemaran, ya nelayan di kasih pelatihan keterampilan selain menjadi nelayan. Soalnya kita tidak punya keahlian lain selain melaut,” tutur Zainal lagi.

Perkumpulan Nelayan di Kecamatan Taruma Jaya, sudah berkali-kali melaporkan pencemaran laut ke Badan Pengelola Lingkungan Hidup kabupaten Bekasi. Namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti.

“Saya tidak tahu kenapa mereka belum juga mau menindak lanjuti aduan itu. Padahal selain mempengaruhi pendapatan nelayan, pencemaran itu juga sudah mengakibatkan berbagai macam penyakit seperti penyakit gatal, air laut juga warnanya jadi cokelat dan mengandung minyak,” jelasnya. (Laporan: Erik Hamzah | Bekasi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id