NASIONAL

Janji Kabareskrim Baru, Komjen Sutarman

Sutarman meminta, semua pihak tidak menghubungkan masalah pidana dengan politik.
Rabu, 6 Juli 2011
Oleh : Elin Yunita Kristanti, Nila Chrisna Yulika
Timur Pradopo dan Sutarman

VIVAnews -- Mantan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sutarman resmi mengemban jabatan baru sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Kabareskrim), menggantikan Komisaris Jenderal Ito Sumardi yang memasuki masa pensiun.

Dengan jabatan barunya sebagai orang nomor satu di Kabareskrim, ia mengutarakan sejumlah janji. "Saya akan meneruskan apa yang jadi kebijakan Pak Ito dan menyelesaikan masalah-masalah yang belum selesai," kata dia usai upacara serah terima jabatan di Mabes Polri, Rabu 6 Juli 2011.

Tak hanya itu, ia juga berkomitmen mempercepat penanganan kasus-kasus yang menumpuk di Bareskrim. "Tentu akan membuat program mempercepat suatu proses kasus-kasus yang dilaporkan ke institusi Polri," kata Sutarman.

Ia juga berjanji akan prioritaskan semua kasus yang dilaporkan kepada polisi. Tak pandang kasus besar atau kecil. "Segala kasus yang dilaporkan kepada kita harus kita selesaikan. Karena sekecil apapun kalau tidak selesai akan jadi komplain dari masyarakat," kata dia.

Lalu bagaimana dengan potensi tekanan politis di sejumlah kasus? Sutarman meminta, semua pihak tidak menghubungkan masalah pidana dengan politik. Dia juga berjanji tak akan terpengaruh dengan masalah politik. "Jangan dikaitkan yah. Masalah politik, kebijakan, dan pidana jangan dihubung-hubungkan," kata dia.

Meski baru sebentar menjabat Kabareskrim, sudah ada pihak yang menanti-nanti gebrakan Sutarman. Yakni Mahkamah Konstitusi. Apalagi, ia berjanji akan menyelesaikan kasus surat palsu MK dalam waktu 10 hari.

"Selamat deh buat Pak Sutarman atas promosinya. Soal kasus MK 10 hari, kami dengan senang hati menunggu Pak Sutarman membuktikan omongannya," kata Juru Bicara MK, Akil Mochtar kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat malam 1 Juli 2011. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found