NASIONAL

Soekarno Disebut Titisan Dewa Wisnu

"Saat dunia dicengkeram oleh kolonialisme, Tuhan mengirimkan Soekarno sebagai Wisnu."

ddd
Rabu, 22 Juni 2011, 14:00
Patung Soekarno di rumah pengasingannya di Desa Laugumba, Berastagi, Karo, Sumut
Patung Soekarno di rumah pengasingannya di Desa Laugumba, Berastagi, Karo, Sumut (Antara/ Septianda Perdana)

VIVANews – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menilai mantan Presiden RI pertama, Soekarno sebagai titisan Dewa Wisnu. Hal ini terlihat dari sejumlah foto proklamator itu yang tampak sangat gagah, berani, dan energinya hebat.

Hal itu diungkapkan dalam sambutannya sesaat sebelum membuka pameran foto Sang Proklamator kemerdekaan RI yang berjudul “Aku Melihat Indonesia” di Aula Gedung DPRD Bali, Rabu 22 Juni 2011.

Soekarno, sambung mantan Kapolda Bali ini, tidak minder menghadapi pasukan Belanda dengan sistem politik dan hukum saat itu. "Saat dunia dicengkeram oleh kolonialisme, Tuhan mengirimkan Soekarno sebagai Wisnu untuk membebaskan umat manusia,” kata Pastika.

Dikatakan, jika tak ada petunjuk dari Tuhan, tak mungkin Soekarno akan sedemikian gemilang. Sebagai seorang sarjana teknik, Soekarno mampu menggali pemikiran lintas disiplin ilmu sehingga melahirkan ideologi bangsa Pancasila. "Tak terbayang Indonesia akan memiliki lagi anak bangsa seperti Soekarno. Bagi saya, Soekarno bukan hanya penggali, tetapi penemu Pancasila," katanya.

Kendati begitu, kata Pastika, di akhir masa jabatannya ada sisi gelap dari pendiri Partai Nasionalisme Indonesia (PNI) tersebut. Sisi gelap yang hingga kini belum terang benderang itu, semakin bertambah gelap ketika sejarah dipolitisasi sedemikian rupa.

"Sehingga Soekarno dianggap pendosa. Soekarno penemu Pancasila, tetapi secara politis disebut penemu Pancasila. Inilah sisi gelap Soekarno yang bertambah gelap akibat politisasi," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi mengatakan, Soekarno muda merupakan pejuang yang gigih. Sejak masih remaja, ia sudah melakukan pergerakan untuk membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajahan Belanda.

"Sejak muda Soekarno itu adalah pejuang. Walaupun dia diasingkan di daerah-daerah terpencil, tetapi dia tidak diam begitu saja. Dia belajar dan belajar mengumpulkan para pemuda yang memiliki patriotisme untuk negara ini agar lepas dari penjajah," katanya.

Dia juga mengatakan, jauh sebelum Indonesia merdeka, warna merah putih sudah ada di Bali. Bahkan, warna merah putih bagi orang Bali dianggap suci. Terbukti, kain-kain yang berada di Pura (tempat suci) berwarna merah putih.

"Warna merah putih sendiri selain melambangkan keberanian dan kesucian, juga menyimbolkan para Dewa. Para pejuang itu terinspirasi dari situ," imbuhnya. (Laporan Bobby Andalan, Bali, eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
aksaraumri.com
22/06/2011
Hiduplah Indonesia Raya
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com