NASIONAL

Pak Harto, The Untold Stories

Marinir Bantu Soeharto Waktu Memancing?

Kenapa Soeharto selalu dapat ikan besar saat memancing di laut?

ddd
Jum'at, 10 Juni 2011, 06:54
Soeharto Memancing di Laut
Soeharto Memancing di Laut (cantik.dondandon.com)

VIVAnews - Di masa kejayaan Orde Baru, betapa seringnya tayangan tentang Soeharto yang hobi memancing dipublikasikan. Melalui stasiun televisi pemerintah TVRI, entah itu melalui Berita Nusantara, Berita Nasional, atau Laporan Khusus, masyarakat tidak asing melihat Soeharto yang 'memamerkan' hasilnya: Ikan besar yang dipegang Soeharto sambil tersenyum.

Karena begitu seringnya Soeharto mendapat ikan besar waktu memancing, timbul kecurigaan ada Marinir yang sudah menyediakan ikan untuk dipasang di mata kail. Ternyata, bekas Menteri Penerangan Harmoko termasuk orang yang penasaran dengan kabar itu.

Seperti dikutip dari buku "Pak Harto, The Untold Stories", Harmoko menanyakan kebenaran kabar itu ke Soeharto. Ternyata ditanya Harmoko dengan nada "miring" begitu, Soeharto tidak tersinggung. "Lihat saja nanti," jawab Soeharto singkat.

Harmoko pun ikut memancing bersama Soeharto. Saat itu, Harmoko melihat sendiri kalau Marinir yang ditempatkan di bawah kapal hanya rumor.

Menurut Harmoko, Soeharto sering mendapat ikan besar karena sabar dan pandai memilih lokasi memancing. "Bukan Marinir yang ada di bawah kapal, melainkan rumpon--tempat ikan berkembang biak, yang terbuat dari becak-becak bekas yang dibuang ke laut," ucap Harmoko.

Kisah hobi memancing Soeharto juga dituturkan Hioe Husni Wirajaya, orang yang sering ditugaskan menemani Soeharto memancing. Menurut Hioe, Soeharto memancing bukan untuk bersenang-senang.

"Pak Harto lebih sering tampak berpikir ketika menunggu mata kailnya disambar ikan. Ya, memikirkan apalagi kalau bukan memikirkan pekerjaan beliau," ucap Hioe.

Pernah juga ketika sedang memancing, Soeharto melihat kapal perang melintas. Ternyata, itu merupakan kapal pengamanan. Soeharto malah merasa terganggu dengan kehadiran kapal perang itu.

"Ini kan kegiatan incognito (non-formal, di luar acara kenegaraan). Mereka kan punya keluarga, biarkan istirahat dengan keluarganya. Ini hari libur," kata Soeharto.

Setelah itu, Soeharto pun meminta ajudannya mempersiapkan hasil memancingnya agar dibagikan ke prajurit yang ada di kapal perang. Saat itu, jumlah prajurit ada 60 orang. Sedangkan jumlah tangkapan hanya 20 ikan. "Oh, tidak bisa kebagian satu ekor untuk setiap orang ya," ujar Soeharto, yang menurut Hioe selalu berusaha menyenangkan orang lain ini.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
rahmanarif
05/07/2011
kayaknya kebaikan Soeharto-lah yang sering dimanfaatkan oleh anak buahnya...dan saking lugunya...Soeharto juga tidak tahu kalau sedang dimanfaatkan oleh anak buahnya...!!
Balas   • Laporkan
Arion
16/06/2011
Korupsi, warisan dari penjajah Belanda yg memanfaatkan kepahitan hidup rakyat Indonesia dulu. Nepotisme mengadopsi sifat kekeluargaan yang kental, yg mendarah daging pd setiap "orang Indonesia", so,tanya diri sndiri!! jgan salahin orang ja Soeharto OK
Balas   • Laporkan
banyak sisi baik yang perlu di tiru ...
Balas   • Laporkan
adamantine
11/06/2011
Pada mata kailnya, pak harto hanya menyematkan kertas dengan tulisan " Makan umpan atau ikut Penataran P4 ! "
Balas   • Laporkan
adamantine | 13/06/2011 | Laporkan
@mamut : hahahahahahaha....... pernah jadi " korban penataran P4 " seperti saya ?
mamut | 13/06/2011 | Laporkan
mantap ni komennya...............
justiceall
11/06/2011
bukti pintarnya ilmu beliau pintar memancing ikan skaligus lihai "memancing" simpati minoritas rakyat dgn bagi2 kue harta 7 turunannya makanya jgn sampe kroninya muncul lagi disejarah indonesia
Balas   • Laporkan
j4str0 | 09/06/2012 | Laporkan
wkwkwkwkw... bener bang kabuto, org ini pasti baru lahir nih..
kabuto | 11/06/2011 | Laporkan
baru lahir dik? berapa umurmu sekarang? kwwokwokwokokokwkwkw.... :p
topo_bocahalas
11/06/2011
Gelar Pahlawan tidaklah penting, Tapi keiklasan seseorang berjuang demi negara pasti ada yang mengapresiasikan. Semoga semangat berjuang dan keiklasan juga dimiliki para pemimpin yang sekarang memimpin!!!!
Balas   • Laporkan
keith
11/06/2011
Apa nggak ada orang lain yang bisa diteladani bangsa ini selain Suharto.. seperti H Agus Salim.. Ali Sadikin.. St Syahrir.. dll.. yang jauh lebih bijak lebih negarawan dibanding Suharto yang jelas bukan pahlawan bangsa..
Balas   • Laporkan
kabuto | 11/06/2011 | Laporkan
lebih tepat si keith jadi pahlawan bangsa....wkwkwkwwkwkwk..... yg dibaca keith cuma bab 1998, bab 1966-1995, baca gak? hohoho... sekalian baca bab 1947 - 1965 mengenai RAKYAT indonesia.
dwind
10/06/2011
buku the untold stories rasanya perlu dibaca oleh anda yang ingin mencalonkan diri menjadi pejabat negara.. mungkin kalau anda mengikuti teladan2 yang baik dr buku tsb, sukur2 anda juga akan dipuji oleh generasi setelah anda..
Balas   • Laporkan
centhoney
10/06/2011
Hidup bapak Soeharto! bapak.Soeharto adalah bapak pembangun bangsa dan negara ini. Dulu masa pemerintahan Bpk.Soeharto, Negara indonesia adalah negara yg di takuti dan di segani,tapi di jaman pemerintahan skrng,negara ini sudah tidak ada harganya.
Balas   • Laporkan
antiruhut
10/06/2011
KALAU ADA MARINIR DIBAWAH LAUT YA WAJAR SAJA KARENA UNTUK MENJAGA KESELAMATAN SEORANG PRESIDEN
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id