NASIONAL

Jenazah TKI dari Malaysia Diantar ke Bali

Kondisi fisiknya terlihat sangat kurus. Bahkan, ada beberapa luka di sekujur tubuh
Kamis, 9 Juni 2011
Oleh : Arry Anggadha
Pembantu membersihkan jendela apartemen di Kuala Lumpur

VIVAnews - Jenazah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW), Isti Qatimah, hari ini diantar ke Bali. Dia diduga mati secara tidak wajar di Malaysia.

Sejumlah pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan BNP2TKI hadir bersama rombongan keluarga menjemput jenazah pahlawan devisa ini.

Saat jenazah dikeluarkan dari ruang kargo di Bandara Internasional Ngurah Rai, beberapa anggota keluarganya langsung menangis. Bahkan suami Isti, Sulaeman, tak henti meneteskan air mata di atas peti jenazah istrinya. Padahal, bila masih hidup, istrinya akan selesai bekerja di Malaysia pada 20 Juni mendatang.

Setelah diserahkan secara simbolis oleh perwakilan KBRI Kuala Lumpur, jenazah Isti Qatimah akhirnya dibawa pulang menggunakan ambulans ke kampung halamannya di Dusun Tegal Pare RT 002 RW 001, Desa Waring Putih, Muncar, Banyuwangi.

Dalam pertemuan dengan staf KBRI Kuala Lumpur, Sulaeman mengatakan, sejak istrinya berangkat sekitar dua tahun lalu, pihak keluarga hanya bisa berkomunikasi pada tiga bulan pertama saja. Setelah itu, nyaris tak ada komunikasi lanjutan antara Isti Qatimah dengan pihak keluarga. "Sudah setahun lebih kami tidak pernah komunikasi lagi," ujarnya dalam pertemuan itu.

Selain itu, gaji Isti Qatimah selama bekerja di Malaysia juga tidak pernah sampai di tangan keluarga.

Sulaeman yang didampingi pamannya, Ahyar Junaidi meminta kepada pihak terkait agar segera mengusut tuntas kematian istrinya di Negeri Jiran itu. "Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya," ujarnya dengan nada sedih.

Sementara itu perwakilan KBRI Kuala Lumpur, Suryana Sastradiredja, menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu TKW asal Indonesia di Malaysia ini. Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan polisi Malaysia dan patologi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.

"Sampai sekarang kami masih menunggu. Kemungkinan tiga atau empat hari mendatang baru kita bisa pastikan penyebab kematian setelah laporan polisi Malaysia selesai," jelasnya.

Ia mengatakan dari kondisi fisik korban memang terlihat sangat kurus. Bahkan, ada beberapa luka di beberapa bagian tubuh korban saat dilakukan pemeriksaan. Luka ini sendiri terdapat di bagian dahi dan beberapa luka lama di tubuh korban.

"Jika terbukti, kami mendesak polisi Malaysia agar melakukan penyidikan secara terbuka dan mengusutnya hingga tuntas," tegasnya.

Suryana mengatakan, dari dokumen yang sudah dikumpulkan pihak KBRI diketahui Isti masuk ke Malaysia sebagai TKW pada 29 Juli 2009, melalui salah satu agen TKI di Banyuwangi dengan paspor yang dibuat di Jember. "Isti masuk ke Malaysia sebagai TKI legal," tandasnya.

(Laporan Bobby Andalan, Bali)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found