NASIONAL

Duar! Ada Ledakan Saat Makam Soeharto Digali

Kejadian yang membuat merinding bulu kuduk terjadi saat linggis mengoyak tanah.

ddd
Kamis, 9 Juni 2011, 00:45
Soeharto dan keluarga
Soeharto dan keluarga (photobucket.com)

VIVAnews -- Minggu Wage, 27 Januari 2008. Jarum jam menunjuk ke angka 15.30. Azan Asar terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Suasana Astana Giribangun redup kala itu, Matahari entah ke mana. Tak ada awan, juga tiada tanda gerimis bakal jatuh.

Sejumlah orang berkumpul, mengelilingi sebidang petak tanah makam yang siap digali. Mereka melakukan upacara Bedah Bumi, tujuannya agar penggalian berjalan lancar dan selamat. Yang memimpin Begug Purnomosidi.

Lalu, linggis dihujamkan ke  tanah. Tak ada apapun yang terjadi. Begitu pula yang ke dua. Namun, kejadian yang membuat merinding bulu kuduk terjadi saat linggis mengoyak tanah  untuk kali ketiganya.

"Tiba-tiba, duar! Terdengar suara  ledakan yang sangat keras bergema di atas kepala kami," kata  Sukirno, juru kunci makam keluarga Soeharto di Astana  Giribangun, menceritakan pengalamannya menggali makam  Soeharto dalam buku "Pak Harto The Untold Stories".
 
Para penggali makam dan orang-orang di sekitarnya sontak kaget. Mereka berpandangan. Bingung. Mencoba mereka-reka dari mana asal suara menggelegar itu. "Bukan bunyi petir, lebih  mirip suara bom besar meledak di atas cungkup Astana Giribangun," kata Sukirno.

Namun, anehnya, tak ada yang porak poranda, tak ada yang benda yang  bergeser karena suara ledakan itu. Terbesit di pikiran, mungkin itu suara gaib. Semua yang ada di tempat itu terdiam, terpaku. Lalu, suara Begug memecah keheningan. "Bumi  mengisyaratkan penerimaan terhadap jenazah beliau," tutur  Sukirno, menirukan kalimat Bupati Wonogiri itu.

Isyarat kah itu? Terngiang di benak Sukirno, beberapa bulan sebelum kematian Soeharto, terjadi longsor mendadak di bawah Perbukitan Bangun. Apakah itu juga pertanda?

Selain pengalaman menggali makam Soeharto, pria kelahiran Karanganyar tahun 1953 itu juga masih ingat ketegangan yang terjadi di Astanagiribangun, tahun 1998, saat kekuasaan Soeharto berakhir. Ada kabar, makam keluarga Soeharto itu bakal diserang.

"Bersama warga saya memasang drum-drum di tengah jalan. Di depan pertigaan di depan SD Ibu Tien yang terletak di tanjakan menjelang Astana. Kami memalang puluhan batang bambu ori berduri. Siapa yang melintas dengan berjalan kaki sekalipun, tak bakal gampang menembusnya," cerita dia.

Malam-malam pun terasa panjang. Orang-orang berjaga di sekitar makam. Dari HT terdengar sandi, misalnya 1.000 "kuda lumping" yang artinya ada seribu pengedara sepeda motor mengarah ke Astana. Atau lima ratus "gerobak". Gerobak adalah sandi untuk mobil. "Anehnya tak pernah sekalipun merena yang kabarnya hendak melempari Astana  benar-benar tiba," kata Sukirno.

Sukirno adalah satu dari 113 orang yang menceritakan kisahnya di "Pak Harto The Untold Stories" -- buku yang diluncurkan tepat di peringatan kelahiran Soeharto ke-90.

Soeharto dan kepemimpinannya selama 32 tahun penuh dengan polemik. Juga kontradiksi. Ia dirindukan sekaligus dibenci. Dipahlawankan tapi juga dicaci maki. 

Begitu banyak kontroversi yang merubungnya. Dari pengambialihan kekuasan tahun 65, kontroversi soal keterlibataannya dalam G30S PKI. Bahkan jargon KKN (Kolusi Korupsi dan Nepotisme) selalu dilekatkan untuk masa pemerintahannya, di mana anak, kerabat, dan para kroninya mencecap sedemikian banyak keuntungan.

Meski banyak tudingan mengarah padanya, Soeharto tak pernah tersentuh hukum. Ia tak pernah diadili. Kejaksaan Agung mempetieskan perkaranya, hingga penguasa Orde Baru itu meninggal.

Wacana mempahlawankan Soeharto yang mengemuka akhir-akhir ini terus menuai pro dan kontra. Ais Ananta Said adalah anak sulung Ali Said, SH, Jaksa Agung di masa Soeharto berkuasa mendukung penuh Soeharto menjadi pahlawan. Jasa mantan presiden itu, katanya, terlalu banyak untuk diabaikan dari  gelar pahlawan.

Sejumlah anak tokoh Partai Komunis Indonesia dan korban pelanggaran HAM menolak keras.  "Dijatuhkan rakyat, kok jadi pahlawan," tanya Ilham Aidit, anak Dipa Nusantara Aidit. (baca selengkapnya wawancara VIVAnews.com dengan Ilham di sini).



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ahmad.avied
29/05/2013
indonesia bukan seekor garuda melainkan hanya seekor burung perkutut - iwan fals :D
Balas   • Laporkan
soeharto.partii
28/05/2013
tau apa kamu ILHAM..... HAM?????? banyak pelanggaran di dunia ini tentang HAM.... asal kamu tau aja HAM itu berlaku bila tidak ada pelanggaran didalamnya..... jika sesuatu terjadi dalam keluarga anda akan adanya bahaya apa yang akan kamu perbuat????
Balas   • Laporkan
verra2305
16/06/2011
miris gw baca nya gan.. smoga beliau tetap tersenyum di "sana"
Balas   • Laporkan
sambas.bara
16/06/2011
Belajarlah dari orang-orang terdahulu. Pergunakan segenap akal dan pikiran kita yang lebih cerdas untuk belajar dari apa yang telah terjadi. Kita tidak berhak untuk mencaci, memaki apalagi harus mengadili, itu hanya jadi propoksi. Belajarlah dari Semuanya
Balas   • Laporkan
rahasia illahi ...
Balas   • Laporkan
penggunabaru
10/06/2011
buat para2 orang yg GK PNY OTAK yang menyukai dan mencintai MANTAN PRESIDEN yang jelas2 jelas GAK PANDAI MEMIMPIN.nonton dulu neh baru NGEMENG!!! 1.buka youtube 2.search dengan kata kunci "krisis indonesia tanah airku" 3.terdapat 7 part.tonton semua!!!
Balas   • Laporkan
soeharto.partii | 28/05/2013 | Laporkan
OTAKMU ITU YANG KURANG MEWADAHI..... TAU APA KAMU TENTANG KEPRIBADIAN SAYA... TAU APA KAMU TENTANG PELAKSANAAN PRESIDEN..... JANGAN HANYA NONTON INFOTEMENT AJA.... TRUS DIJADIKAN SENJATA UNTUK MENJATUHKAN TAPI KAMU NGGAK PERNAH MENILAI SIAPA YANG MENJATUH
hendri.bsc | 31/07/2011 | Laporkan
coba perhatikan lagi klip video youtube nya boy...di part 1 " upah buruh = 9000/hari atau sama dengan USD $1, ..kalo di telusuri sejak kapan USD $1 = Rp.9000-????...karna itu akan menjawab sejak kapan krisis indonesia tanah airku ..."pelajari dulu boy..se
liliyani | 14/06/2011 | Laporkan
YG GK PUNYA OTAK CPA CH???kayaknya yang tidak tahu trimakasih deh, No Body is Perfect.... aneka musibah di bumi Indonesia ini salah satunya krn manusiax tdk tau trimakasih!!! yg di inget hanya kejelekan aj, udahlah yg berhak menghakimi hanya Allah.
satriapiningit
10/06/2011
Intinya semua pemerintahan dinegara kita ini tidak ada yang benar2 bersih, kalau sama2 tidak bersih mendingan kembali ke jaman Bapak Pembangunan kita,dimana semua sandang pangan murah... kalau sekarang kan korupnya aja yg Ok!! Pro pak Harto
Balas   • Laporkan
permai
09/06/2011
Biang keroknya saja yang di cari dan dipenjarakan biar aman negara ini, biar jadi bangsa yang makmur dan tentram, bukan hanya mencela menghujat tanpa solusi, siapapun dia harus dipenjarakan.
Balas   • Laporkan
bagas_chanz | 10/06/2011 | Laporkan
iya,, itu orang-orang munafik yg memanfaatkan dan menusuk pak harto dr belakang.. ketika jaya d manfaatkan, ktika d hujat ikut menghujat,, dasar bermuka 2.
chacha_icha
09/06/2011
astagfirullahal'azim..... hanya allah yg tahu segala nya....
Balas   • Laporkan
diediet2002
09/06/2011
Atlit Indonesia banyak yang hengkang dari indonesia dan malah melatih negara lain jadi juara. kenapa mereka gak melatih pemain negri sendiri? karena rakyat indonesia sudah terlalu sombong dan hanya bisa mengujat tanpa bisa mikir positifnya. menyedihkan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com