NASIONAL

Kiemas: Ada Salam Pak Harto Untuk Bu Mega

Soeharto mengucapkan terima kasih untuk Megawati.

ddd
Rabu, 8 Juni 2011, 14:13
Presiden Soeharto
Presiden Soeharto (AP Photo)

VIVAnews - Hubungan antara mantan Presiden Soeharto dengan Megawati Soekarnoputri memang dikenal kurang harmonis. Saat Soeharto bertahta sebagai presiden, Mega berada pada barisan 'di seberangnya'.

Posisi itu seolah dipertegas dengan dikotomi, 'Orde Baru' dan 'Orde Lama'. Megawati identik dengan warisan sang ayah, Soekarno sebagai penguasa Orde Lama. Sedangkan Soeharto, muncul dengan jargon Orde Barunya setelah bergolaknya masa Soekarno. Bahkan, Soeharto disebut-sebut telah melakukan 'kudeta merangkak' terhadap kekuasaan Soekarno kala itu.

Namun, di balik cerita itu, Soeharto dan Mega yang seolah 'saling bertentangan' itu menyimpan sebuah cerita harmonis yang belum terungkap ke publik. Adalah suami Megawati, Taufik Kiemas yang membeberkan kisah itu dalam peluncuran buku 'Pak Harto The Untold Stories' di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu 8 Juni 2011.

Kala itu, dua minggu sebelum Soeharto meninggal, Kiemas berkunjung ke rumah Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut. Taufik, menjenguk Soeharto yang sedang terbaring sakit. "Saya bertamu ke rumah Mbak Tutut. Dalam pertemuan itu, Pak Harto menyapa saya dengan sebutan Mas Taufik," kata dia.

Mendengar sapaan itu, Taufik merasa sangat nyaman. "Karena itu berkesan kekeluargaan," kata dia.

Dalam obrolan kala itu, kenang Kiemas, Soeharto juga sedikit menyinggung masalah kenegaraan. Hingga, pada akhirnya, Soeharto menitipkan salam buat Megawati melalui Kiemas. "Terima kasih ya, Bu Mega telah berjuang mempertahankan NKRI dan Pancasila. Sampaikan salam saya kepada Ibu Mega," kata Kiemas menirukan pesan Soeharto kala itu.

Kiemas pun mengaku telah menyampaikan pesan Soeharto itu kepada Megawati. Namun, dia enggan mengatakan tanggapan Mega atas salam dari Soeharto itu. Dia hanya mengatakan jika masa Soeharto dan masa Soekarno sama-sama teguh memperjuangkan Pancasila. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MUKINO
09/06/2011
Betul kata Mas Joko Tak U'U' sekarang beragama bukan sebagai sarana ibadah dan memperErat kerukunan antar umat tapi sebagai Jurang pemisah terhadap antar pemeluk serta umat yang lain. Kalau saja Pak Harto Hidup kembali dan memimpin lagi gag begini jadinya
Balas   • Laporkan
antiruhut | 10/06/2011 | Laporkan
SEKARANG AGAMA DIJADIKAN KEDOK MERAIH KEKUASAAN CONTOHNYA AMIN RAIS DG MUHAMMADIYAH DIJELMAKAN MENJADI PARTAI AMANAH NASIONAL DIA MAJU INGIN MENJADI PRESIDEN TP RAKYAT SUDAH TAHU AKAL BULUS ARAB ITU...
joko
08/06/2011
Salut untuk Soekarna dan Soeharto yang sama2 teguh memperjuangkan ideologi pancasila... beda dengan zaman skrng yang teguh dengan ideologi agama yang lupa dengan orang sebangsa yg berbeda pandangan agama.. :) kasihan negara Ku yang tercinta..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru