NASIONAL

Provinsi Kalimantan Timur

Profil Prov Kalimantan Timur mencakup data penduduk, sumber daya alam, dan ekonomi makro

ddd
Kamis, 6 November 2008, 11:55

Alamat: Jl Gadjah Mada 2 Samarinda
Telepon: (0541) 733333 Ps.164, 160
Fax: (0541) 741981
Email: humas@kaltimprov.go.id
Website:  www.kaltimprov.go.id

Provinsi Kalimantan Timur berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. Batas wilayah di sebelah utara Negara Bagian Sabah (Malaysia Timur), sebelah timur Selat Makasar, Laut Sulawesi dan Selat Sulawesi, sebelah selatan Kalimantan Selatan, sebelah barat Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Negara Bagian Serawak (Malaysia Timur). Ibukota provinsi terletak di Kota Samarinda.

Jumlah penduduk sebesar 3,09 juta jiwa (Maret 2008) dengan tingkat kepadatan penduduk 13 km2 (2006).  Jumlah penduduk usia produktif adalah sebesar 2,2 juta, jumlah angkatan kerja adalah sebanyak 1,25 juta orang, jumlah pekerja sebanyak 1,1 juta jiwa orang, dan jumlah pengangguran adalah sebesar 142 ribu orang, mengalami penurunan sebesar 11,99 persen. Tingkat pengangguran terbuka adalah 11,41 persen.

Jumlah penduduk  miskin pada tahun 2007 sebanyak 325 ribu jiwa (11,04 persen) dimana 58,10 persen berada di pedesaan. Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2008 sebesar Rp 815.000

Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan
Luas lahan pertanian dan holtikultura seluas 2,5 juta ha terdiri dari lahan sawah seluas 225 ribu ha dan lahan bukan sawah 2,3 juta ha.  Perkembangan sektor kelautan dan perikanan menjadi sektor unggulan bagi pertumbuhan ekonomi, potensi sumberdaya ikan yang cakup besar, di antaranya Wilayah ZEEI (Zone Ekskfusif Indonesia) di laut Sulawesi seluas 298 ribu km². Penangkapan di pantai seluas 12 juta ha, terdapat lahan yang digunakan untuk budidaya air payau seluas 91 ribu ha, ditimbang parairan umum seluas ± 2,8 juta ha. Produksi ikan tangkapan ikan laut, produksi perikanan tambak dan produksi penangkapan  perairan umum adalah 101 ribu ton (2006).

Komoditi unggulan yaitu kelapa sawit, kelapa dan karet, kakao, kopi, serta perikanan tangkap.  Kalimantan Timur memiliki 2 (dua) kawasan industri utama yaitu Bontang Industri Estate berada di Kota Bontang, Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, dan KAPET DAS KAKAP di Banjarmasin.

Pertambangan
 
Lokasi penambangan minyak dan gas bumi di KAPET SASAMBA meliputi Wilayah pantai dan wilayah lepas pantai (off shore), yang membujur dari daerah Timur Laut – Barat Daya dan daerah Delta Mahakam. Beberapa perusahan Kontraktor Production Sharing (KPS), yaitu : Exspan, Unocal, Total Indonisi, dan Vico. Kontraktor Migas yang beroperasi di kawasan ini memiliki cadangan minyak sebesar 749 ribu MSTB (Million Stock Tank Barels) dan Gas sebesar 27 ribu BSCF (Billion Standar Cubic Feet).

Enam perusahaan yang memproduksi minyak bumi adalah Pertamina, OPEP Sangata, tiga perusahaan asing serta dua perusahaan swasta nasional. Produksi minyak mentah produksi minyak mentah 13 ribu barel, produksi gas alam 292 ribu MMBTU, dan produksi batu bara sebesar 58,5 juta ton. Kegiatan Penambangan Batubara Potensi penambangan batubara di KAPET SASAMBA meliputi daerah Samarinda, Sanga-Sanga, Muara Jawa, dan Samboja dengan volume cadangan diperkirakan mencapai 2 miliar ton.

Kehutanan
Hutan yang ada diwilayah KAPET SASAMBA hanya seluas 9,4 juta ha dan dari luas tersebut 98,60 persen. Produk kehutanan digunakan dalam industri yang memproduksi Plywood, Vener, Sawn Timber, Block Board, Particle Board dan Moulding dengan total produksi sebesar 1,3 juta m3. Dari jumlah tersebut produksi yang terbesar adalah Plywood dengan jumlah produksi 1,1 juta m3 atau sebesar 78,92 persen dari total produksi.


KONDISI EKONOMI MAKRO TRIWULAN III-2009

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 0,47% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II-2009 yang mengalami kontraksi sebesar -1,06%. Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi  tersebut berasal komponen konsumsi rumah tangga, yang dipengaruhi oleh pola konsumsi musiman karena adanya perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Sementara laju inflasi sebesar 3,89% (yoy), lebih rendah dibandingkan laju inflasi triwulan II-2009 yang sebesar 4,90%, namun lebih tinggi dibandingkan laju inflasi nasional yang sebesar 2,83%. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat.

Dari sisi APBD, realisasi penggunaan sampai dengan Semester I-2009 masih cukup rendah. Realisasi komponen pendapatan baru mencapai 41.00% dari total keseluruhan pendapatan APBD 2009, sementara pencapaian realisasi komponen belanja lebih rendah lagi yaitu 27.41% dari total keseluruhan belanja APBD 2009.

Pada komponen pendapatan, rendahnya realisasi dipengaruhi oleh masih rendahnya realisasi komponen dana perimbangan yang memiliki  share terbesar sebagai pembentuk komponen pendapatan yang dipengaruhi oleh rendahnya realisasi penerimaan yang berasal dari dana bagi hasil bukan pajak (sumber daya alam). Sementara pada sisi belanja, dipengaruhi oleh rendahnya realisasi komponen belanja operasi sebagai  share terbesar pembentuk komponen belanja yang disebabkan oleh relatif rendahnya realisasi belanja dan belanja bantuan keuangan.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com