TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Korea Restorasi Sungai Tercemar Indonesia

Korea Selatan dan Indonesia bekerjasama merestorasi sungai-sungai kotor.
Korea Restorasi Sungai Tercemar Indonesia
Greenpeace gelar spanduk raksasa di Citarum protes limbah (Antara/ Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Pemerintah Republik Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) akan bekerja sama dalam bidang restorasi sungai-sungai kotor-tercemar dan pemanfaatan limbah kebun. Untuk mendukung kerja sama itu, dibentuk sekretariat bersama kedua negara.

Melalui menteri terkait, kedua negara telah menandatangani surat kesepahaman kerja sama (MoU) di bidang terkait pada Forum Indonesia-Korea Green Partnership yang digelar Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 11 Mei 2011.

Dari pihak Korsel diwakili Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Jung Ho Moon. Sedangkan di pihak Indonesia hadir Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Turut menyaksikan penandatanganan MoU itu, Ketua Dewan Pembina SOKSI yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Menteri Zulkifli menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengakui Korsel memang sukses merestorasi sungai yang dahulunya sangat kotor, dan tercemar hingga menjadi bersih serta menjadi daya tarik tersendiri seperti sekarang.

Korsel, diakui Menteri Zulkifli, selain sukses menjadi negara industri terkemuka, juga berhasil mengembangkan konsep green (hijau/ramah lingkungan). "Kalau kita lihat sekarang di Korsel, sejauh mata memandang, semua green (hijau)," katanya.

Dalam hal itu, menurut Menteri, Indonesia perlu belajar pada Korsel. Sebab, selain berhasil, Korsel di era 1970-an mengalami masa-masa seperti Indonesia sekarang: kerusakan hutan, sungai/air kotor-tercemar, tingkat emisi tinggi, dan lain-lain.

"Tetapi, dalam waktu sekitar 30 tahun, Korea (Selatan) berhasil menjadi negara yang green, industri dan pembangunannya ramah lingkungan. Maka, kita (Indonesia) perlu belajar," katanya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI, Ade Komarudin, mengharapkan kerja sama tersebut dapat membantu Indonesia mengatasi permasalahan seputar lingkungan hidup, terutama sekali di bidang restorasi sungai kotor-tercemar serta pengelolaan limbah.

Selain itu, melalui MoU tersebut, kata Ade, diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik kedua negara. "Ini forum yang luar biasa, karena kami (SOKSI) dapat menerima wakil menteri dari Korea (Selatan). Semoga hubungan dan kerja sama Indonesia dengan Korea terjalin makin baik," katanya.

"Kunjungan (Wakil Menteri Lingkungan Hidup Korsel) ini merupakan kunjungan balasan setelah kami (SOKSI) juga berkunjung ke Korsel pada 2010 lalu. Dan, saya menyaksikan sendiri keberhasilan Korsel dalam hal restorasi sungai," imbuh Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut. (Laporan M. Arief Hidayat)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP