NASIONAL

Ganja Minta Dilegalkan, Ini Tanggapan JK

"Yang melegalkan ganja cuma Belanda."
Minggu, 8 Mei 2011
Oleh : Eko Huda S, Dedy Priatmojo
Jusuf Kalla

VIVAnews - Lingkar Ganja Nusantara meminta pemerintah melegalkan konsumsi ganja di Indonesia. Kontan saja, permintaan itu memantik kontroversi di masyarakat.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, tetap mendukung negara melarang penggunaan ganja. Menurut dia, penyalahgunaan ganja memiliki dampak berbahaya.

"Yang melegalkan ganja cuma Belanda, kita pasti tidak ikut Belanda. Itu kan masih tetap berbahaya dan negara tetap punya aturan," kata Jusuf Kalla di Jakarta.

Meski ganja dapat dijadikan sebagai penambah selera makanan dan obat, mantan Wakil Presiden Indonesia itu menegaskan, semua harus ada ukurannya. "Semua ada takarannya, tapi tetap dilarang untuk disalahgunakan, untuk obat boleh," kata dia.

Kemarin, Sabtu 7 Mei 2011, Lingkar Ganja Nusantara menggelar aksi di Jakarta. Mereka menuntut pelegalan ganja di Indonesia. Alasannya, ganja tidaklah berbahaya sebagaimana anggapan masyarakat selama ini. Ganja, juga memiliki sejumlah manfaat yang selama ini belum diketahui oleh masyarakat luas.

Lantas, bagaimana tanggapan JK atas aksi itu? Menurut JK, tuntutan itu sah-sah saja di negara demokrasi seperti Indonesia. "Ya Indonesia kan negara demokratis orang boleh bilang macam-macam, tetapi tetap kepentingan nasional lebih penting," kata dia.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found