NASIONAL

Teror Bom, SBY Akan Evaluasi Intelijen

Meski teror mendekati Cikeas, penjagaan di kediaman Presiden SBY masih normal.

ddd
Jum'at, 18 Maret 2011, 17:21
Julian Aldrin Pasha
Julian Aldrin Pasha (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Sejumlah teror bom mengancam Jakarta sejak beberapa hari terakhir. Bom diarahkan di berbagai lokasi. Salah satunya bahkan meledak di Komunitas Utan Kayu dan melukai tiga orang.

Menanggapi sejumlah teror bom tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak akan diam saja.

"Tentu akan ada evaluasi terhadap apa yang dilakukan dalam intelijen," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jumat, 18 Maret 2011

Julian mengucapkan Presiden telah memberikan arahan kepada intelijen dan kepolisian untuk bekerja keras mengantisipasi sejumlah teror yang kemungkinan masih berlanjut. "Untuk mengindentifikasi lebih dini," ucap Julian.

Terakhir, ledakan berlangsung di Kota Wisata, Bogor, Jawa Barat, lokasi yang tidak jauh dengan kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Tapi Julian mengatakan belum ada pengetatan keamanan di wilayah presiden. "Itu sudah ada prosedur tetapnya," ujarnya.

Kemarin, Presiden SBY juga telah menanggapi soal maraknya ancaman ledakan bom. SBY mengatakan, ancaman itu dapat mengganggu stabilitas negara. Bahkan, dia berpesan apabila tidak suka dengan dirinya jangan rakyat menjadi korban. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com