NASIONAL

Evakuasi WNI dari Mesir Tidak Mudah

Tim Satgas Evakuasi saat ini sedang menuju Mesir untuk memantau situasi.

ddd
Selasa, 1 Februari 2011, 11:25
Seorang penumpang menunggu di Bandara Kairo, Mesir
Seorang penumpang menunggu di Bandara Kairo, Mesir (AP Photo/Bertrand Combaldieu)

VIVAnews --Situasi kian tak menentu di Mesir. Orang-orang asing bergegas dari sana. Amerika Serikat mengirim pesawat Angkatan Udara guna mengangkut warganya dari sana. Sejumlah negara juga begitu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memerintahkan agar warga Indonesia yang terjebak di ketegangan itu segera diungsikan.

Semalam pesawat Boeing 747-400 milik Garuda berkapasitas 428 tempat duduk sudah diberangkatkan. Selain pesawat pelat merah itu, peerintah juga bersiaga dengan sejulah pesawat dari beberapa maskapai penerbangan. 

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang Supriadi Ervan, memastikan bahwa selain Garuda, pihaknya menyiapkan pesawat dari dua maskapai lain, Lion Air dan Batavia. "Dua maskapai ini dalam posisi siaga, siap menerbangkan pesawatnya," Bambang saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa 1 Februari 2011.

Tapi tampaknya evakuasi dalam situasi serba darurat itu tidak mudah. Perlu perencanaan matang, kordinasi tidak mudah sebab Mesir sendiri tengah dilanda ketidakpastian. Padahal keberangkatan pesawat dari Jakarta menuju Kairo menunggu informasi lengkap dar sana.

Apalagi, Bandara Internasional Kairo saat ini dalam kondisi kacau, setiap negara ingin mengeluarkan warga negaranya dari negeri Firaun itu secepat mungkin.

Untuk itulah, lanjut Bambang, Dirjen Perhubungan Udara ikut dalam pesawat Garuda ke Mesir. "Untuk melihat kebutuhan dan kondisi di sana," kata dia. Salah satunya apakah pengisian bahan bakar bisa dilakukan di Mesir atau harus dilakukan di negara lain.  Harus ada pula kepastian soal izin pendaratan.

Selain memantau situasi, Dirjen yang ikut tergabung dalam Satgas Evakuasi yang dipimpin Hassan Wirajuda dan Wakasau, Marsekal Madya Sukirno, juga bertugas menjaga koordinasi dengan pihak Mesir.

"Dalam dunia penerbangan dikenal istilah  airmanship (profesionalisme penerbang), juga hubungan bilateral dengan Mesir, diharapkan bisa membantu kepentingan Indonesia," kata Bambang.

Strategi evakuasi WNI di Mesir, lanjutnyas,  sangat dipengaruhi oleh kondisi di sana.  Apalagi, "Menurut informasi, ada WNI yang tak mau ke luar dari Mesir, ada juga yang ingin ke luar tapi tak mau pulang ke Indonesia," jelas Bambang.

Sebelumnya, seperti dimuat situs Kementerian Perhubungan, tiga maskapai baik Garuda, Batavia, dan Lion Air siap mengerahkan pesawatnya untuk mengevakuasi seluruh WNI yang berada di Mesir yang berjumlah sekitar 6.000 orang.

Apabila proses evakuasi ini masih berlanjut sampai dengan setelah tanggal 11 Februari 2011, Batavia Air akan menggunakan pesawat jenis lainnya yang mempunyai kemampuan angkut lebih besar yaitu Airbus A-330.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Kusuma Habir, mengungkapkan bahwa sembari menunggu pesawat tiba, KBRI Mesir sedang  mendata kembali dan mengkonfirmasi WNI yang akan dievakuasi.  Untuk kloter pertama, prioritas diberikan pada wanita dan anak-anak.

Sementara, KBRI Kairo membuka hotline informasi 24 jam di (202)-27947200 atau (202) 24715561. "Koneksi internet masih lumpuh, hanya komunikasi gourndline (telpon rumah/kabel) dan Handphone yang masih berfungsi, sementara internet, sms , blackberry masih belum aktif," demikian pengumuman yang disampaikan KBRI Kairo melalui situs jejaring sosial, Facebook.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com