NASIONAL

Atasan Gayus Tambunan Ditahan Polri

"Belum ada bukti menerima, tapi menyebabkan kerugian negara."

ddd
Jum'at, 28 Januari 2011, 21:26
Komisaris Besar Boy Rafli Amar
Komisaris Besar Boy Rafli Amar (Sandy Mahaputra/VIVAnews)

VIVAnews - Penyidik Mabes Polri menahan mantan atasan Gayus Halomoan Tambunan, Bambang Heru Ismiarso. Penahanan mantan Direktur Keberatan dan Banding Direktorat Pajak itu dilakukan setelah pemeriksaan selama hampir 11 jam.

"Berdasarkan pemeriksaan dari jam 11.00, penyidik Tindak Pidana Korupsi Bareskrim memutuskan menahan Bambang Heru Ismiarso," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 28 Januari 2011. "Saudara Bambang akan dititipkan di rumah tahanan Polda Metro Jaya."

Boy mengatakan, keputusan penahanan itu diambil setelah penyidik melakukan gelar perkara pada pukul 20.00, setelah pemeriksaan kepada Bambang Heru. "Sekarang dalam proses administrasi penahanan," kata dia.

Menurut Boy, selaku Direktur Keberatan dan Banding Ditjen Pajak, Bambang Heru dinilai terlibat manipulasi data pajak pada keberatan pajak dari PT Surya Alam Tunggal (SAT). Karena, lanjut dia, bawahan Bambang, Gayus Tambunan telah divonis bersalah dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. "Karenanya patut diduga saudara Bambang dan Gayus melakukan pelanggaran. Ada beberapa hal yang harusnya dilakukan tidak mereka lakukan," kata dia.

"Ada unsur penyalahgunaan wewenang. Belum ada bukti menerima, tapi menyebabkan adanya kerugian negara."

Atas tuduhan itu, Bambang Heru dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2011 Jo Pasal 55 KUH Pidana tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam persidangan terdakwa Gayus Tambunan, Bambang Heru disebut-sebut terlibat dalam korupsi penanganan pajak PT SAT. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Gayus bersama-sama dengan Setia Leonardo Napitupulu, Maruli Pandapotan Manurung, Johny Marihot, dan Bambang Heru Ismiarso telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam melakukan telaah keberatan pembayaran pajak PT SAT.

Sementara itu, dalam vonis Gayus Tambunan, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menyebut nama Bambang Heru terlibat dalam kejahatan yang dilakukan Gayus Tambunan. Majelis hakim menyatakan Gayus telah mengusulkan menerima seluruh keberatan pajak PT SAT.

Usulan itu lalu disetujui mulai dari Humala Napitupulu selaku penelaah, Maruli Pandapotan Manurung selaku Kepala Seksi Pengurangan dan Keberatan, serta Bambang Heru Ismiarso sekalu Direktur Keberatan dan Banding. Akibat diterimanya permohonan keberatan pajak itu, menurut hakim, PT SAT sebagai korporasi menerima keuntungan sekitar Rp570 juta.

Gayus, Humala Setia Leonardo Napitupulu, dan Maruli Pandapotan Manurung telah diproses secara hukum. Bambang Heru juga baru saja ditahan, lantas bagaimana dengan Johny Marihot?

Boy mengatakan untuk Johny belum ditemukan bukti permulaan yang cukup. "Penyidik sampai saat ini masih melakukan pendalaman. Setidak-tidaknya sampai hari ini belum menemukan bukti permulaan yang cukup. Tapi dugaan itu masih diselidiki," kata dia. (hs)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
mul adi
30/01/2011
Pak polisi jangan takut, Terus saja tegakkan keadilan dalam mafia pajak, demi uang rakyat, Jangan pandang bulu sekalipun itu pejabat tinggi jangan takut kebenaran ada ditangan keadilan................
Balas   • Laporkan
george da silva
28/01/2011
Sebnarnya udh lama polisi mengethui keterlibatan atasan Gayus, paling tidak 5 lapisan ke atas, ttp mungkin polisi menrapkan teori penyelidikan/penyidikan makan bubur panas, mulai dri tepi masuk ke dlm. Ttp bukan karena Inpres, bru polisi bekerja....
Balas   • Laporkan
binyo1000
28/01/2011
saat Pansus Pajak akan dibentuk, bermunculanlah kasus-kasus untuk pengalihan. Untuk pengalihan dipakai polisi. Untuk menekan politisi yg mau angket, dipakailah KPK dengan suap Mirandanya...benar-benar sontoloyo semua. Cabut deponering, usut anggota KPK
Balas   • Laporkan
binyo1000
28/01/2011
saat Pansus Pajak akan dibentuk, bermunculanlah kasus-kasus untuk pengalihan. Untuk pengalihan dipakai polisi. Untuk menekan politisi yg mau angket, dipakailah KPK dengan suap Mirandanya...benar-benar sontoloyo semua. Cabut deponering, usut anggota KPK
Balas   • Laporkan
4837
28/01/2011
klo mmang btl2 d usut msh bnyak lg tc,,,jgn stengah2 dunk pa klo nyidik
Balas   • Laporkan
Reza Hendradi, SE
28/01/2011
Kalau atasan gayus di tahan karena diduga ikut serta dalam tindak pidana korupsi walaupun blm ada bukti menerima tetapi ada kerugian negara. Bagaimana dengan 7 mantan kepolres Jabar yang jelas mengetahui pemotongan dana pengamanan pemilu...berani ga..?
Balas   • Laporkan
bambang
28/01/2011
ayo terus pak polisi gunakan segala upaya untuk membongkar mafia........ emang susah sih cari orang yang kentut kalau tidak bunyi....... yang tercium cuma baunya doang
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id