NASIONAL

KPK Periksa Bupati Simalungun

Neshawaty, putri Hakim Konstitusi Arysad Sanusi, juga diperiksa.

ddd
Jum'at, 14 Januari 2011, 11:14
Gedung Mahkamah Konstitusi
Gedung Mahkamah Konstitusi (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Bupati Simalungun, Jupinus Ramli Saragih, memenuhi panggilan tim penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jupinus akan dimintai keterangan seputar dugaan suap kepada Hakim Konstitusi.

"Bupati Simalungun saat ini sedang menjalani pemeriksaan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, saat dihubungi, Jumat 14 Januari 2011.

Selain Jupinus, KPK juga berencana meminta keterangan dari Neshawaty Arsyad, putri Hakim Konstitusi Arsyad Sanusi. "Ini sebagai pengganti saat yang bersangkutan tidak hadir dalam panggilan sebelumnya," jelas Johan.

Seperti diketahui, kasus dugaan suap di MK ini mencuat saat kuasa hukum JR Saragih, Refly Harun, menulis di sebuah surat kabar edisi 25 Oktober 2010. Refly menyebutkan bahwa pernah mendengar langsung di Papua ada orang yang mengatakan telah menyediakan uang bermiliar-miliar rupiah untuk berperkara di MK, termasuk menyuap hakim MK dalam menangani pemilukada.

Selain itu, dia mengaku, pernah mendengar langsung dari seseorang yang pernah diminta oleh hakim MK untuk mentransfer uang Rp1 miliar sebelum putusan MK. Tapi orang itu tidak punya uang sampai waktu yang ditentukan.

Ketua MK, Mahfud MD, lalu meminta Refly untuk menginvestigasi atas apa yang telah diungkapkannya. Refly kemudian menjadi ketua tim investigasi, dengan anggota tim, Bambang Widjojanto, Adnan Buyung Nasution, Bambang Harymurti, dan Saldi Isra.

Dalam keterangan pers, tim investigasi menyatakan tidak menemukan bukti adanya suap di tubuh MK. Menurut Bambang Widjajanto, memang benar ada orang yang mengklaim. "Namun saat akan dikonfirmasi langsung, orang tersebut tidak bisa dikontak, jadi pertanyaan apakah terjadi pertemuan, tidak bisa kami lanjuti," kata Bambang.

Meski demikian, Mahfud MD bersama dengan Akil Mochtar melaporkan JR Saragih dan Refly ke KPK. Mereka dilaporkan atas dugaan percobaan penyuapan kepada Hakim MK. Refly bersama dengan tim investigasi juga melaporkan temuannya ke KPK.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id