NASIONAL

Bandar Judi di Jakarta Utara Raib

Jaksa Sudomo Terancam Dipecat

Kejaksaan minta polisi yang menyidik kasus tersebut juga diperiksa.

ddd
Senin, 5 Januari 2009, 19:48
Gedung Kejaksaan Agung
Gedung Kejaksaan Agung (VIVAnews/Maryadi)

VIVAnews - Bandar judi togel di Jakarta Utara, Dony Harianto Njo (48) raib beserta barang buktinya. Buntutnya, Kejaksaan Agung saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap jaksa Sudomo, yang menangani kasus tersebut. Para penyidik kepolisian juga tak luput dari pemeriksaan.

Jaksa Agung Muda Pengawasan, Darmono mengatakan dalam pemeriksaan, ditemukan dugaan perbuatan tercela yang dilakukan jaksa Sudomo. "Kami targetkan tiga hari ke depan sudah lapor hasil evaluasi ke Jaksa Agung," kata di di Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Hasanuddin, Jakarta, Senin 5 Januari 2009.

Dalam pemeriksaan, tambahnya, Sudomo mengaku menandatangani berkas perkara yang diserahkan penyidik kepolisian di tempat parkir.  Secara normatif, tambah dia, kejaksaan belum menerima berkas acara pemeriksaan. " Telah terjadi penyimpangan prosedur. Ini pelanggaran berat, berakibat terjadi hambatan dalam penyelesaian kasus," kata Darmono.

Meski demikian, katanya belum terungkap ada motif menerima suap. Menurut Darmono, jika terbukti Sudomo bisa diberi sanksi, yang terberat dipecat sebagai pegawai negeri sipil. Jika ternyata ditemukan tindak pidana, Darmono minta kepolisian mengusutnya.

Namun, kejaksaan tak rela Sudomo menanggung sendiri akibat dari perbuatannya. Korps Adhyaksa minta kepolisian mengusut dugaan penyimpangan yang dilakukan polisi yang menyidik perkara tersebut. "Dia (Sudomo) kan tidak bekerja sendirian," tambahnya.

Tersangka Dony Hariantoditangkap di Jalan Plumpang Raya bersama dua rekannya Hengky Simbolon dan Suparlan Liosman pada 27 November 2008. Mereka ditangkap dengan sangkaan sebagai bandar judi jenis togel. Selain menangkap para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Masalah kemudian muncul saat Polda Metro Jaya mengklaim sudah menyerahkan Dony dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 15 Desember 2008. Namun, hal tersebut dibantah kejaksaan yang mengaku belum menerima berkas dari kepolisian.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dekky
16/04/2009
KELAKUAN SI KUCING GARONG!!! KUCING GARONG...KUCING GARONG....!!!!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com