NASIONAL

KPAI: Keluarga Benteng Perlindungan Anak

Kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak mayoritas dipicu oleh kerusakan rumah tangga.
Kamis, 23 Desember 2010
Oleh : Elin Yunita Kristanti
Anak menangis

VIVAnews -- Dalam refleksi akhir tahunnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan, keluarga merupakan benteng terkokoh untuk memberikan perlindungan anak.

Keluarga adalah solusi yang sangat substantif dalam menyelesaikan permasalahan anak yang terjadi. 

Wakil Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh menegaskan, kasus penelantaran, kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak mayoritas dipicu oleh kerusakan hubungan rumah tangga.

Untuk itu, lanjutnya, penguatan kelembagaan keluarga menjadi mutlak untuk mewujudkan perlindungan anak secara substantif.

Dari data pengaduan KPAI sepanjang 2010, kasus rebutan kuasa asuh hampir seratus persen dipicu masalah perceraian dan keretakan hubungan keluarga.

Sebanyak 72% kasus kuasa asuh adalah dilatarbelakangi perceraian dan proses perceraian. Sisanya akibat keretakan hubungan keluarga.

"Fakta ini menunjukkan bahwa institusi keluarga merupakan benteng terkokoh dalam mewujudkan perlindungan anak. Dan seluruh elemen yang mengancam harmoni keluarga harus dicegah, dan dilawan", ujarnya dalam rilis yang diterima VIVAnews, Rabu 22 Desember 2010.

Dalam kerangka penguatan lembaga keluarga, maka seluruh komponen masyarakat harus bersatu padu mewujudkan keluarga yang layak anak.

Penegakan hukum juga tak kalah penting."Perlu ada penegakan hukum yang keras dan tegas terhadap pidana perselingkuhan, pornografi, narkotika, dan KDRT yang mengancam keutuhan keluarga", pungkasnya.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found