NASIONAL

MK Diimbau Tak Laporkan Refly ke Polisi

Permasalahan Refly Harun dengan MK diharapkan segera dapat diselesaikan.

ddd
Minggu, 12 Desember 2010, 17:42
Gayus Lumbuun
Gayus Lumbuun (Antara/ Fanny Octavianus)

VIVAnews - Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat RI, Gayus Lumbuun, berharap permasalahan Refly Harun dengan Mahkamah Konstitusi segera dapat diselesaikan dengan baik. Gayus mengimbau MK tak melaporkan Refly ke institusi kepolisian.

"Saya akan menyarankan, MK tidak menggunakan kewenangannya lalu melaporkan Refly ke hukum baik ke polisi maupun ke KPK," ujar Gayus dalam diskusi Menjaga Lembaga Peradilan Dari Mafia Hukum di Cikini, Jakarta, Minggu, 12 Desember 2010.

Mantan Ketua Badan Kehormatan DPR ini menambahkan pada awalnya sempat bertanya-tanya mengenai pernyataan Refly terkait adanya dugaan suap di tubuh MK. Namun, menurut Gayus MK merupakan motor lembaga penegakan hukum, karena itu mustahil ikut terseret dalam kasus penyelewengan hukum.

"Saya memang bertanya-tanya, apakah MK sudah seperti di pengadilan lain, MK ini adalah andalan kita, penegak konstitusi. Bagaimana kalau lembaga kebanggaan kita jadi seperti ini," katanya.

Namun, dikatakannya, saat ini masyarakat sudah mampu memberikan penilaian, seiring dengan tidak terbuktinya kasus suap yang menghantam lembaga penegak konsititusi ini.

"Publik telah menilai baik dan sudah punya satu keputusan khusus bahwa MK adalah lembaga bersih di negara ini," katanya.

Sementara itu, aktivis Lembaga Penegakkan Hukum dan Strategi Nasional yang juga advokat, Achmad Rifai, mengatakan MK dalam kasus ini telah menunjukkan sikap yang sangat bijaksana.

"Makhfud MD dan Akil Muhtar ke KPK itu proses pembelajaran penegakan hukum yang luar biasa. Itu artinya MK pun siap diperiksa bila terbukti melaksanakan penyelewengan hukum," katanya.

Rifai yang juga menjadi kuasa hukum dua pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, menambahkan MK dalam kasus ini telah menunjukkan sikap sebagai penjaga Undang-undang serta memberi contoh.

"Ini perlu diapresiasi ketimbang melaporkan Refly ke polisi," katanya. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ariek
30/12/2010
lha knp kagak boleh lapor pak boss ? klo kagak boleh lapor penegak hukum....truss lapor siapa? lapor sampean ? urgensi laporan ke sampen apa? lha sampean bisanya bengak bengok gak jelas gitu ?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru