NASIONAL

Akil Mochtar Siap Dibui Jika Terima Suap

Ketua MK Mahfud MD menambahkan, persoalan laporan ke KPK bukan masalah marah kepada Refly.

ddd
Jum'at, 10 Desember 2010, 11:58
Hakim konstitusi Mahfud MD dan Akil Mochtar
Hakim konstitusi Mahfud MD dan Akil Mochtar (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Hakim Konstitusi Akil Mochtar akan melaporkan praktisi hukum tata negara Refly Harun dan Bupati Simalungun JR Saragih ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia menilai tuduhan Refly mengenai dugaan suap kepada hakim di tubuh Mahkamah Konstitusi (MK) terlalu sumir.  "Kalau saya memang terbukti menerima suap, saya siap di penjara. Tidak ada urusan," tegas Akil dalam jumpa pers di MK, Jumat 10 Desember 2010.

Sebaliknya, kata dia, jika tidak terbukti maka yang menyebutkan ada suap ke hakim MK harus siap dengan segala resiko.

Ketua MK Mahfud MD menambahkan, persoalan laporan ke KPK bukan masalah marah kepada Refly. "Ini demi nama baik MK," kata dia.

Jika masyarakat menemukan bukti indikasi suap di MK, Mahmud mengatakan, "Silakan laporkan kepada MK."

Seperti diberitakan sebelumnya, Refly dalam tulisannya di Kompas berjudul "MK Masih Bersih?" menyebutkan ada tiga dugaan suap di MK.

Dalam tulisan edisi 25 Oktober 2010, Refly menyebutkan bahwa pernah mendengar langsung di Papua ada orang yang mengatakan telah menyediakan uang bermiliar-miliar rupiah untuk berperkara di MK, termasuk menyuap hakim MK dalam menangani pemilukada.

Selain itu, Refly mengaku pernah mendengar langsung dari seseorang yang pernah diminta oleh hakim MK untuk mentransfer uang Rp1 miliar sebelum putusan MK. Tapi orang itu tidak punya uang sampai waktu yang ditentukan.

MK sudah membentuk tim investigasi independen dan menunjuk Refly sebagai ketuanya untuk mengusut dugaan suap yang dia tulis tersebut.

Refly mempertanyakan niat Akil melaporkan dirinya ke KPK. sSebab, dia tidak pernah menyebutkan nama. Meski demikian, dia mempersilakan hakim konstitusi untuk menggunakan hak hukumnya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dora
13/01/2011
ngaku ajalah.......masak dari dulu ngelak, nyangkal......tak mungkin keluar asap di KOMPAS, kalo gak ada api
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com