NASIONAL

Jalan Pajajaran Bandung Amblas 7 Meter

Jalan tersebut amblas disertai suara seperti longsor.

ddd
Jum'at, 26 November 2010, 20:00
Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, amblas
Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, amblas (Twitter TMC Polda Metro Jaya)

VIVAnews - Jalan Pajajaran, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo amblas sedalam tujuh meter. Lokasi amblas persis di atas Sungai Citepus yang mengalir di bawahnya. Amblasnya jalan ini membentuk diameter 6x6 meter.

Jembatan yang sudah ada sejak zaman Belanda ini amblas kira-kira pukul 13.00 WIB, Jumat 26 November 2010. Penyebabnya diduga akibat gerusan air sungai.

Saksi mata, Nenden (42), warga Jalan Pajajaran  RW 02 RT 06, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo ini mengungkapkan, jembatan tersebut amblas setelah hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sejak pukul 12.00 WIB.

“Sekitar pukul 13.50 WIB, orang-orang pada ribut, ketika saya lihat rupanya jalan beton di atas sungai sudah amblas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jalan tersebut amblas disertai suara seperti longsor dan diduga karena terlalu banyak menampung genangan air hujan.

"Sebelum amblas, jembatan tersebut sempat bolong sebesar satu meter jadi sudah selama dua minggu," katanya.

Nenden mengaku, warga sudah sempat menghubungi Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, namun tidak ada tanggapan.

"Karena tidak ditanggapi akhirnya secara inisiatif, warga melokalisir jalan itu pakai ban dan kursi bekas buat antisipasi supaya tidak celaka," paparnya.

Sementara itu ditemui di lokasi yang sama, Kasatlantas  AKBP, Sambodo membenarkan amblasnya jembatan Sungai Citepus ini terjadi setelah hujan deras sekitar pukul satu siang tadi. Menurutnya, amblasnya jembatan tersebut diakibatkan oleh derasnya aliran Sungai Citepus setelah hujan.

“Amblasnya jembatan diakibatkan oleh gerusan air dari aliran deras Sungai Citepus setelah hujan deras tadi, dan kejadian ini juga meninggalkan lubang dengan kedalaman sekitar tujuh meter dengan diameter kurang lebih sekitar enam meter,” ungkapnya.

Akibat peristiwa tersebut menimbulkan kemacetan, Sambodo mengaku untuk mengatasi hal tersebut jajarannya merubah arus lalu lintas dengan sistem buka tutup.

"Kita pakai sistem buka tutup, jadi dari arah padjajaran dan baladewa dilarang belok kanan untuk sementara, karena lubangnya separuh jalan," katanya. (Laporan: DHR, Bandung | sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ceuceu
30/11/2010
27/11/2010 "Nenden mengaku, warga sudah sempat menghubungi Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, namun tidak ada tanggapan." ---> jangan mangabu (makan gaji buta) aja dong! membahayakan keselamatan warga itu dosa..
Balas   • Laporkan
rizal
27/11/2010
salut buat warga sekitar yang peduli. semoga Allah swt membalas dengan kebaikan berlipat. buat aparat yang telat, semoga diberi hidayah ya pak .. inget amanat yg dipikul. masih pada inget dosa khan pak .. ?
Balas   • Laporkan
vivauser
27/11/2010
"Nenden mengaku, warga sudah sempat menghubungi Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, namun tidak ada tanggapan." Dimana tanggung jawab kalian ???
Balas   • Laporkan
KOMO
26/11/2010
gimana nih instansi terkait? makan gaji buta aja...weleh..weleh..weleh...si komo ga bisa lewat...payah...!!!
Balas   • Laporkan
kiky
26/11/2010
dlu jlan re.martadinata skrang jllan pajajarand...!!! lha trus slanjutnya jlan mna lge yg amblas...??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com