NASIONAL

Awas Bromo

'Gunung Brahma' Ini Meletus Besar pada 1974

Bromo meletus terakhir kalinya pada 2004, makan korban. Dua orang tewas.

ddd
Rabu, 24 November 2010, 08:04
 Gunung Bromo
Gunung Bromo (SP/Ikhsan Mahmudi)

VIVAnews -- Menyusul Merapi, Gunung Bromo di Jawa Timur mulai bergejolak. Pada Selasa 23 November 2010 pukul 16.30 WIB, diputuskan Bromo berstatus Awas atau Level IV.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meminta warga mengosongkan area dalam radius 3 kilometer dari kawah Bromo, sembari mewanti-wanti agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu letusan Bromo.

Akankah Bromo meletus?

Sejarah mencatat, Bromo -- yang namanya diambil dari 'Brahma' atau Dewa Utama Agama Hindu -- pernah meletus tiga kali selama abad ke-20, dengan interval waktu 30 tahun.

Bromo meletus terakhir kalinya pada 2004. Sementara letusan terbesar terjadi pada 1974.

Berikut daftar tahun erupsi Bromo: 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1940, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, and 1767.

Yang terakhir, Bromo meletus pada Selasa 8 Juni 2004 sekitar pukul 15.20 WIB. Gunung itu memuntahkan asap hitam bercampur kerikil dan abu setinggi 3 kilometer ke angkasa.

Akibatnya, dua wisatawan tewas tertimbun pasir. Mereka ditemukan tergeletak di bawah anak tangga menuju kawah Bromo. Lima lainnya mengalami luka-luka.

Hujan pasir berwarna cokelat turun di Probolinggo dan Malang yang nampak gelap hari itu.

Bagi penduduk Bromo, suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo.

Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa

(dari berbagai sumber)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Kadek Raditya
31/01/2011
@ Abu Ihsan: Lalu mengapa terjadi bencana tsunami di Aceh ??? Apakah di Aceh ada upacara2 animisme & klenik ???
Balas   • Laporkan
andre
03/12/2010
Budaya yang ada di indonesia tidak ada korelasinya sama sekali dengan letusan bromo... Janganlah kita mengkambing hitamkan mereka yg tidak sejalan atau tidak sealiran dengan kita. Untuk abu ihsan, janganlah berfatwa jika memang tidak benar2 faham...!!!!
Balas   • Laporkan
IR HJ RINI SALMIARNI SALMAN DJIBAN
26/11/2010
APAKAH LETUSAN GUNUNG BROMO BERDASARKAN PERKIRAAN BMG PROBOLINGGO SANGAT KUAT, MAKLUM KHAWATIR KALAU ERUPSI TERSEBUT MENGAKIBATKAN KAWAH PANAS DI KALBAR.TERIMA KASIH.
Balas   • Laporkan
aneh
24/11/2010
klenik ? urus diri sendiri aja deh ...
Balas   • Laporkan
pusing
24/11/2010
klenik ? urus diri sendir aja deh ...
Balas   • Laporkan
nashi uba
24/11/2010
Abu Ihsan, Tuhan tidak pernah membuat bencana dan murka..
Balas   • Laporkan
adul
24/11/2010
DIA [ALLOH swt] yg mengatur mahkluk NYA dgn jelas
Balas   • Laporkan
dicky
24/11/2010
memang bagus berita unutuk menambah wawasan teru berjuang untuk memberitahukan berita terkini good look viva news
Balas   • Laporkan
abu ihsan
24/11/2010
upacara-upacara animisme & klenik seperti ini yg sebenarnya mengundang bencana & murka dari Allah rabbul alamin. Dari jaman nabi Nuh s/d sekarang semua musibah diakibatkan utamanya praktek kesyirikan seperti ini.
Balas   • Laporkan
juvi
24/11/2010
ehm sedia payung sebelum hujan, ntah meletus ataupun tida meletus baekya da antisipasi dulu. agar kejadian gunung merapi tidak terulang kembali
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id