NASIONAL

Tanda-Tanda Gunung Semeru Perlu Diwaspadai

Status waspada ditetapkan menyusul peningkatan akvitivitas vulkanik Semeru.

ddd
Senin, 8 November 2010, 04:30
Semeru keluarkan awan panas pada Kamis 4 November 2010
Semeru keluarkan awan panas pada Kamis 4 November 2010 (Antara/ Cucuk Donartono)

VIVAnews - Kendati tidak sedahsyat gunung Merapi, gunung Semeru merupakan salah satu gunung berapi yang kini tengah dipantau secara terus menerus oleh Pusat Vulkanologi.

Bahkan, gunung Semeru sudah ditetapkan status Waspada sejak lebih dari setahun lalu, tepatnya pada 16 Juli 2009. Perubahan status ini dilakukan menyusul peningkatan akvitivitas Semeru sebagai gunung berapi aktif tipe A yang dipantau secara terus menerus.

Bahkan, Pusat Vulkanologi merekam kecenderungan peningkatan kegiatan gempa tremor dan guguran serta adanya sinar api di puncak Gunung Semeru. Tanda-tanda itu diikuti dengan guguran lava dari puncak Semeru mengindikasikan bahwa aktivitas magma sudah berada di permukaan kawah Semeru.

Karena peningkatan aktivitas Semeru dalam status Waspada, Pusat Vulkanologi merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di wilayah sejauh 4 km di seputar lereng tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru sebagai alur luncuran awan panas.

Berikut ini adalah gejala-gejala peningkatan aktivitas vulkanologi dari gunung yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut. Gejala-gejala itu tersebut VIVAnews kutip dari laporan terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang dipimpin oleh Surono, Doktor Gunung Berapi dari Prancis.

Tanda Kegempaan
Agustus 2010
Terekam 352 kejadian Gempa Tremor, 23 kejadian Gempa Guguran, 2521 kejadian Gempa Hembusan, 22 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 2 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB).

September 2010
Terekam 690 kejadian Gempa Tremor, 80 kejadian Gempa Guguran, 2207 kejadian Gempa Hembusan, 62 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 5 kejadian Gempa Vulkanik Dangkal (VB).

Oktober 2010
Terekam 857 kejadian Gempa Tremor, 101 kejadian Gempa Guguran, 2051 kejadian Gempa Hembusan, dan 22 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA).

November 2010
Hingga 2 November terekam 71 kejadian Gempa Tremor, 154 kejadian Gempa Hembusan, dan 6 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA).

Tanda-Tanda Visual
Selama periode Agustus hingga awal November 2010, umumnya cuaca di sekitar G. Semeru mendung – hujan dan G. Semeru terkadang tertutup kabut.

Agustus 2010
Kegiatan G. Semeru dicirikan oleh masih terjadinya 30 kejadian hembusan asap dengan tinggi asap 100 – 400 m dari puncak.

September 2010
Teramati 32 kejadian hembusan asap dengan tinggi asap 150 – 400 m dari puncak dan 3 kejadian guguran lava sejauh 400 m ke Besuk Kembar.

Oktober 2010
Teramati 49 kejadian hembusan asap dengan tinggi 50 – 400 m dari puncak dan terlihatnya sinar api diam di puncak.

2 November 2010
Guguran lava terjadi dengan jarak luncur mencapai 600 m ke arah Besuk Kembar.

4 November 2010
Pada pukul 06:10 terjadi guguran lava pijar dengan jarak luncur sejauh 4 km dari kawah aktif ke arah Besuk Kembar dan Besuk Bang.

Secara geografis, Gunung Semeru berada pada posisi 8°06’30” Lintang Selatan dan 112°55’ Bujur Timur. Puncak tertingginya dinamai Mahameru (3676 m dpl) yang terletak di dinding kawah tua Gunung Semeru.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
E. Marwanto, S.H.I
08/11/2010
Assalaamu 'alaikum wr. wb. Saudara2ku semua. Kita wajib untuk senantiasa kembali kepada Alloh dengan banyak bertawbat Nashuha, banyak beristighfar, banyak sholat Hajat, banyak bershodaqoh, banyak menolong sesama sesuai kemampuan kita.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com