NASIONAL

Gelar Pahlawan Soeharto

Jimly: Tunggu Sampai Budiman Sudjatmiko Tua

Agar objektif, maka pemberian gelar sebaiknya saat aktivis 98 sudah tua renta.

ddd
Kamis, 28 Oktober 2010, 15:30
Presiden Soeharto (alm.)
Presiden Soeharto (alm.) (Wikimedia Commons)

VIVAnews - Anggota Dewan Gelar, Tanda Kehormatan dan Tanda Jasa, Jimly Asshiddiqie memberi saran agar pembahasan pemberian gelar kepada Mantan Presiden Soeharto tidak dilakukan sekarang. Tetapi dilakukan saat mantan aktivis yang kini berkuasa, sudah tua renta.

"Sekarang ini para demonstran misalnya, Andi Arief sedang berkuasa, Budiman Sudjatmiko jadi oposisi, dan Fahri Hamzah tokoh PKS," kata Jimly usai diskusi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Kamis 28 Oktober 2010.

Menurut Jimly, penolakan dari mantan aktivis-aktivis itu bisa sangat keras dan sulit dicegah. Sementara, para tokoh-tokoh lain akan membela mati-matian.

Jadi, sampai kapan harus menunggu pemberian gelar pahlawan Soeharto? "Tunggu sampai Budiman Sudjatmiko, Fahri Hamzah, tokoh-tokoh demonstran 98 itu sudah tua," kata Jimly. "Barulah saat itu, kita bisa punya kesempatan menilai secara objektif."

Jimly menegaskan, untuk kepastian diterima atau tidaknya Soeharto menjadi pahlawan sebaiknya ditunggu saja sampai waktunya. Anggota Dewan Gelar yang berjumlah tujuh orang itu dipimpin langsung Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Saat ini ada sepuluh nama yang masuk ke Dewan Gelar. Sepuluh nama itu adalah mantan Presiden Soeharto, mantan Gubernur DKI Ali Sadikin yang diusulkan dari Jawa Barat, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari Jawa Timur, Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, dan Pakubuwono X yang juga diusulkan dari Jawa Tengah.

Jimly mengakui, penolakan atas pemberian gelar terhadap mantan penguasa orde baru cukup tinggi. Tetapi, kontroversi dan penolakan itu merupakan sesuatu yang masuk akal.

"Karena zaman sekarang ini para pelaku sejarahnya masih ada," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Laporan: Fina Dwi Yurhami

Baca juga: Soeharto layak diberi gelar pahlawan

Soeharto Banyak jasanya

Dijatuhkan rakyat, kok dijadikan pahlawan



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
vandemul
14/11/2010
untungnya pada ngoceh ga setuju tuh untungnya apa to....???????
Balas   • Laporkan
santi_h
11/11/2010
ya setuju,nunggu aja aktivis aktivis sampe tua renta,pake tongkat,jalan bungkuk,beruban,keriput,,soal umur ga tau,terserah pada-Nya,tergantung byk positif atau negatifnya selama di dunia,,,
Balas   • Laporkan
Bapake SORIHI
28/10/2010
iku si Sorihi emosi sakalleee... padahal aku bapake suettujju-suettujju bae pa Harto dadi pahlawan,, ya wong dia iku mbanyak jasane.. kan bapake si Sorihi skarang iki bisa numpak ferari jg sebabke pak Harto mbikin indonesia makmur punya banyak uwong2 kaya
Balas   • Laporkan
brontos
28/10/2010
budiman sudjatmiko siapa sih ? pendiri negara ini ? trus berbuat apa tuk bangsa ini ? ...
Balas   • Laporkan
anto
28/10/2010
Tidak Setuju!!! pembangunan yg katanya dilakukan oleh nya, berasal darimana??? Hutang luar negri.... sebagian untuk bangun Indonesia, sebagian masuk kantong keluarga, sekarang, cuma jadi negara dengan hutang besar!!
Balas   • Laporkan
telo
28/10/2010
Kalau dikasih gelar sekarang bisa demo besar-2an....
Balas   • Laporkan
SORIHI
28/10/2010
BANYAK JASA NDASMU !!!
Balas   • Laporkan
tikus
28/10/2010
Mantan aktivis yang berkuasa sekarang sepak terjang nya juga beda beda tipis dengan rezim yang (konon) mendzalimi mereka.
Balas   • Laporkan
ibnufajar | 29/10/2010 | Laporkan
betul, betul, betul
rudi
28/10/2010
saya sangat amat setuju jendral suharto jadi pahlawan nasional,banyak skali jasanya ,silahkan tanya rakyat at wong cilik at rakyat disuruh pilih . hidup jendral suharto anda sangat layak jadi pahlawan nasional aku sangat banga dengan jasamu
Balas   • Laporkan
akbara | 15/11/2010 | Laporkan
klu saja otaknya kaya elo rudi..tamatlah negara ini krn kebanyakan org bodoh...dasar tukang utang!! utang dari rentenir lagi.....w


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id