NASIONAL

Antisipasi Gempa 8,9 SR

Padang Sebar Peta Evakuasi Tsunami

Dengan penyebaran peta ini, warga Padang diharap lebih siap jika ada tsunami.

ddd
Selasa, 19 Oktober 2010, 16:36
Peta tsunami Kota Padang
Peta tsunami Kota Padang (Eri Naldi/VIVAnews.com)

VIVAnews - Pemerintah daerah Kota Padang menyebar peta evakuasi lokasi rawan dampak gelombang tsunami. Selain itu, peta juga memuat kawasan aman bagi pengungsian.

Peta yang dirancang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang dan Mercy Corp Inggris ini menunjukkan arah penyelamatan dari ancaman tsunami.

Walikota Padang Fauzi Bahar mengatakan peta ini dirancang untuk memudahkan warga kota menyelamatkan diri ketika terjadi tsunami. “Kami harap peta ini mengurangi dampak dan risiko bencana agar Padang lebih siap siaga,” kata Fauzi Bahar, Selasa 19 Oktober 2010.

Peta evakuasi tsunami ini merupakan bentuk kesiagaan bencana yang dilakukan kota berpenduduk sekitar 800 ribu jiwa itu. Peta evakuasi ini memberikan sejumlah penunjuk arah bagi masyarakat kota yang berada di enam lokasi.

Sejumlah kawasan yang rawan ditandai dengan warna merah jambu. Sedangkan lokasi aman ditandai dengan warna kuning dan berada di ketinggian. Panah berwarna hijau memberi petunjuk bagi warga kota untuk menyelamatkan diri.

Menurut penelitian sejumlah ahli serta pernyataan resmi staf presiden bidang kebencanaan Andi Arif, gempa besar berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) masih mengancam Sumatera Barat. Potensi ini berada di pertemuan lempeng Euroasia dan Indoaustrali, tepatnya di Kepulauan Mentawai. Kuat dugaan, gempa ini akan menimbulkan gelombang tsunami.

Pakar gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman mengatakan, ancaman gempa besar di Sumbar sudah semakin dekat. Jauh-jauh hari, ia telah mengingatkan tentang masih adanya potensi gempa besar yang belum lepas di segmen Mentawai.

Segmen ini menyimpan potensi gempa dengan energi 30 kali lipat lebih besar dibandingkan gempa di Padang, tahun lalu. Gempa besar di (zona subduksi) Mentawai selalu berulang mengikuti siklus 200 tahunan.

Hasil penelitian menunjukkan, periode gempa-gempa besar di wilayah itu terjadi terakhir pada tahun 1797 dan 1833. Sementara gempa tahun 2007 di wilayah Mentawai hanya melepaskan 1/3 jumlah energi tekanan tektonik yang terakumulasi.

Gempa tersebut diprediksi menyebabkan gelombang tsunami yang menyapu kawasan di Pantai Barat Sumbar radius 5 kilometer (km) dari bibir pantai. Padang merupakan salah satu kota yang terancam terkena dampak tsunami.

Masyarakat Kota Padang yang ditemui VIVAnews mengaku, informasi ini memberikan rasa takut. Mereka menyamakan kejadian ini seperti kiamat kecil yang sepenuhnya menjadi kekuatan pencipta.

“Kami berharap hal itu tidak terjadi. Tapi, bagaimanapun kami harus bersiap menghadapinya karena ini perkiraan para ahli. Tentunya semuanya tergantung Yang di Atas,” ujar Zul (37).

Seberapa efektifkah peta tsunami yang dirancang pemerintah kota ini mampu mengurangi dampak tsunami? "Harus ada sosialisasi dan pengarahan dari pemerintah kepada warga."

Peta ini tidak hanya dipasang di sejumlah sudut kota. Pemerintah juga telah menyebarkan peta saku yang berisikan materi yang sama. Sepintas, peta ini hanya menunjukkan arah menjauhi pantai ke lokasi di dataran tinggi.

Pengalaman satu tahun lalu menunjukkan, gempa 7,9 SR yang mengguncang menyebabkan jalanan kota menjadi macet sehingga sulit untuk dilewati. Warga mengungsi menggunakan kendaraan roda empat sehingga membuat sejumlah jalan utama menjadi macet total.

Keesokan harinya pasca gempa sejumlah kendaraan bergelimpangan di jalan ditinggalkan pemiliknya karena lebih cepat berjalan kaki dibanding menggunakan mobil. Menurut Koordinator Satkorlak BPBD Sumbar Ade Edward, pemerintah perlu menggelontorkan dana untuk membangun jalur evakuasi.  (umi)

Laporan: Eri Naldi |Padang



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
adria
22/11/2010
kami berharap pemerintah juga ikut memperhatikan & memperbaiki kondisi jalan yang rusak untuk dilalui EVAKUASI, serta pelebaran jalan yang direncanakan Pemko yang belum terlaksana misal kawasan Ampang dll.
Balas   • Laporkan
andi
03/11/2010
saya setuju untuk membuat jalur evakuasi yg sepadan dengan jumlah penduduk kota padang,sebab waktu evakuasi sep 2009,jalur evakuasilah yang jadi masalah(terjadi macet)...smoga bisa diperluas jalur evakuasi dengan cepat
Balas   • Laporkan
Yulianti
03/11/2010
yang sangat dibutuhkan sekarang adalah peta jalur evakuasi agar masyarakat tau kemana harus berlari jika berada di suatu tempat.Tidak ada gunanya melakukan simulasi tsunami jika masyarakat tidak diberikan informasi mengenai daerah evakuasi.
Balas   • Laporkan
nining
28/10/2010
gimana lgi nie prediksi gempa buat besok nie
Balas   • Laporkan
mnazif
27/10/2010
Kami juga mohon deh pak, apa kami bisa mendapatkan peta evakuasi ini, terima kasih
Balas   • Laporkan
jenni Yuliana
26/10/2010
sebagai mahsiwa di UNp,,saya masih menyayangkan,bahwa tidak adanya penyebran peta tersebut di kawasan UNP,,,yang merupakan sektor III, padahal banyak dari mahasiswa baRu yang Belum mengetahui jalur evakuasi.
Balas   • Laporkan
rony
22/10/2010
yo rancak mah da,, mo kasi da!!! atas info nyo.
Balas   • Laporkan
sutry
21/10/2010
masyarakat tidak perlu resah karna dengan adanya informasi ini akan lebih mendekatkan kita kpd ALLAH SWT. hanya ALLAH yang punya kuasa, yg penting kita harus berusaha untuk menghindarinya
Balas   • Laporkan
Iwan Rakelta
19/10/2010
Warga jangan terfokus lari ke tempat tinggi, tapi lebih efektif cari gedung tinggi di sekitar kita, karena tempat tinggi seperti by pass, indarung dan sebagainya membutuhkan waktu lama, sedangkan tsunami diperkirakan antara menit ke 35 hingga 55.
Balas   • Laporkan
raihan_dani
19/10/2010
sgat bgus adany sbaran PETA yg dirancang pemerintah, smoga wrga dpat arahn darinya,nmun lebih lgi adlh, bgaimna wrga tdk trlalu pank dengan prediksi tersebut, karna baru prediksi, harapan kta,wrga mmprsiapkan dri dg insaf terhadp dosa yg prnah dlakukan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com