NASIONAL

Main Petasan, Dua Jari Anggota DPRD Putus

Petasan yang melukai tangannya berdiameter besar seukuran gelas minum.

ddd
Selasa, 14 September 2010, 13:58
Warga Jakarta Konvoi Rayakan Takbir
Warga Jakarta Konvoi Rayakan Takbir (VIVAnews/Tri Saputro)

SURABAYA POST - Eko Laksono, seorang anggota DPRD Kota Probolinggo dari Partai Keadilan harus merasakan Lebaran di rumah sakit. Pasalnya, dua jarinya putus akibat terkena petasan.

Saat lebaran, Eko pun tidak bisa bersalaman dengan sempurna, karena tangan kanannya harus dibalut kain kasa berwarna putih dengan ukuran cukup besar.

Sebagian tamu yang mendatangi rumahnya mengaku kaget, dan hampir semua yang datang mempertanyakan. "Maaf, tidak bisa berjabat tangan. Mosok mau bersalaman dengan tangan kiri," ujarnya sambil tersenyum.

Sambil mempersilakan para tamu duduk dan menikmati hidangan, Eko pun meminta maaf jika ada kesalahan dan kekhilafan.

Kepada para tamunya yang menanyakan ihwal tangan kanannya, Eko bercerita dengan santai, tanpa beban. "Saat Lebaran saya mendapatkan cobaan dari Allah, mungkin ada hikmahnya," ujarnya.

Ayah dua anak itu bercerita, Ansori menyalakan petasan ukuran besar. "Seukuran gelas minum ini," ujarnya sambil menunjuk gelas berdiameter sekitar 10 cm di meja ruang tamunya.

Petasan itu berasal dari Hasan, teman Eko. "Hasan mau menyulut petasan itu di rumahnya tidak jadi karena keponakannya sakit, takut menganggu," ujarnya.

Hasan kemudian memberikan petasan itu kepada Eko. Eko kemudian mengajak Ansori dan Hasan mencari tempat yang nyaman untuk menyulut petasan.

Ketika petasan mau disulut, Hasan menjauh lebih dulu. Eko kemudian memegang petasan dengan tangan kanan, sementara Ansori menyulutnya dengan sebatang rokok yang menyala.

Eko sudah mempertimbangkan, sumbu petasan itu cukup panjang, sekitar 15 cm. Rencananya setelah disulut, petasan itu bakal ia lempar ke atas sehingga meledak di udara. "Ternyata petasan belum sempat saya lempar ke atas, sudah meledak di tangan," ujarnya.

Sambil mengerang-erang menahan luka bakar di tangan kanannya, Eko merasa dunia berputar-putar. "Suasana seras gelap gulita, telinga saya seperti tuli. Saya semakin khawatir menyaksikan Ansori mengusap-usap wajahnya. Saya takut Ansori buta, ternyata matanya tidak apa-apa," ujarnya.

Malam itu juga, Eko langsung dilarikan ke Puskesmas Wonoasih, namun kemudian disarankan ke RSUD Dr Mochmad Saleh. Eko mengaku sempat syok begitu melihat telapak tangannya.

"Jari telunjuk dan jari tengah ternyata putus. Ujungnya hancur, tidak bisa disambung lagi. Sebagian kulit telapak tangan juga mengelupas," ujarnya.

Sekitar dua jam, telapak tangan kanan mendapatkan 15 jahitan. "Yang jelas dua jari saya sudah putus. Mungkin kelak saya akan dipanggil 'Eko kuthung' (jari terputus)," ujar Eko Laksono tergelak, menertawakan dirinya sendiri. (adi)

Ikhsan Mahmudi



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru