NASIONAL

Sampah Kulit Telur Jadi Seni Kaligrafi

Selain kaligrafi, semula dia melukis, mendesain untuk kaos dan menjual kaos oblong.

ddd
Senin, 30 Agustus 2010, 13:07
 
  (VIVAnews/Tri Saputro)

SURABAYA POST - Seniman Doni Setiawan sangat kreatif. Sampah kulit telur  diubah menjadi kaligrafi yang bernilai. Di rumahnya Jl. KH Hasyim Asyari, Kota Bangkalan, menjadi galeri karya-karya kaligrafinya yang diminati banyak orang untuk hiasan dinding.

Selain kaligrafi, semula dia melukis, mendesain untuk kaos dan menjual kaos oblong. Pekerjaan rutin ini, tidak membuatnya puas. Dia mulai mencari sensasi. Dari sekian banyak sampah yang setiap hari dibuang dari toko mracang ibunya,  sampah botol dan kulit telur yang membuat dia tertarik.

Beberapa botol dan kulit telur yang dibuang ke tong sampah diambilnya. Kulit telur dibersihkan dengan sabun dan air, begitu pula botolnya. ”Saya berpikir waktu itu bagaimana kalau botol ditempeli kulit telur sepertinua menarik bila dipajang,’’ katanya.

Dia mulai sibuk dengan kegiatan barunya menempeli botol dengan kulit telur. Kegiatan lamanya melukis untuk sementara ditinggalkan. Begitu pula mendesain kaos, diberikan pada teman-temannya.

Dasar seniman, dia mulai keasyikan dengan kesibukan barunya. Hanya berbekal kulit telur dan lem untuk perekat. Juga kuas dan cat, untuk memberi warna.

Setelah beberapa botol jadi. Dia juga menempeli vas bunga dengan kulit telur. Hasil karyanya rupanya tidak dilirik orang. Semula teman-teman dekat dan kerabatnya yang memesan.

Dia mulai bertanya, kenapa karya seperti ini tidak laku di pasaran. Dia membuka internet. Ternyata sudah banyak orang yang membikin vas bunga dengan ditempeli kulit telur.

Dia pun berubah haluan ke kaligrafi. Dia bikin kaligrafi seperti tulisan iqro dan lafal-lafal tulisan Arab lainnya. Dalam waktu tiga hari sampai satu minggu dia mampu menyelesaikan pekerjaannya membuat tulisan kaligrafi dengan ditempeli kulit telur.

“Ada dua macam untuk menempeli kaligrafi dengan kulit telur. Apa perlu rata dengan ditempeli kulit telur atau pecah-pecah. Bedanya cuma waktu pembuatannya saja. Bila kaligrafi itu rata ditempeli kulit telur, tentunya waktunya lebih lama. Dan tentunya harganya lebih mahal,’’ ungkapnya.

Proses pembuatannya cuku rumit. Kaligrafi ditulis dulu di kertas. Lalu ditempel ke kayu. Lalu kayu itu digergaji sesuai dengan tulisan kaligrafi.

Kemudian kertas dibuang. Kayu  yang berbentuk kaligrafi ditempeli dengan kulit telur. Untuk pembuatannya dia mengerjakan sendiri. Karena memerlukan ketelatenan  yang tinggi.

Tulisan kaligrafi yang ditempeli kulit telur lalu diratakan dengan semacam lem yang terbuat dari bahan khusus. Gunanya agar lebih lengket.

Lalu ditutupi dengan cat berwarna hitam atau coklat. Soal warna tergantung selera pemesan. Setelah kering lalu diamplas hingga tampak tulisan kaligrafi yang telah ditempeli kulit telur.

Karena pembuatan karya seni ini cukup lama, Doni hanya memenuhi pemesan saja. Meski begitu sudah banyak pemesan baik dari Surabaya dan daerah lain di Jatim, Jogja dan Jakarta . Bukan hanya kaligrafi, juga motif batik, dan lambang suatu perusahaan.

”Saya sekarang mendapat pesanan dari kolega di Jogjakarta , membikin logo perusahannya. Logonya sudah dikirim melalui internet. Sekarang sedang dalam penggarapan,’’ katanya.

Doni tidak mematok terlalu mahal hasil karyanya yang unik ini. Dilempar ke pasaran berkisar Rp 250 ribu hingga satu juta rupiah. ”Semakin rumit pesanan dari seseorang, harga lebih mahal,’’ ujar lajang ini.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
dodi retro
19/09/2010
di ralat mas namanya dodi setiyawan bukan doni,,,
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru