NASIONAL

"Gunung Sinabung Tabung Magma Ratusan Tahun"

Sinabung adalah anak gunung terbesar dan teraktif di kompleks gunung raksasa, Toba.

ddd
Senin, 30 Agustus 2010, 09:39
Gunung Sinabung, Karo, keluarkan debu vulkanik
Gunung Sinabung, Karo, keluarkan debu vulkanik (Antara/ Irsan Mulyadi)

VIVAnews - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, merupakan anak gunung raksasa Toba yang pernah meletus luar biasa pada 70.000 tahun lalu. Dari pengamatan peta citra satelit, disimpulkan Gunung Sinabung adalah anak gunung yang paling besar, dan aktif di kompleks Gunung Toba yang meninggalkan kaldera terbesar di muka bumi, yaitu kaldera Danau Toba.

Demikian hasil analisis Tim Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) seperti dilansir di laman resmi mereka, Senin 30 Agustus 2010.

Selama ratusan  tahun, Gunung Sinabung adalah Gunung yang dormant alias tidur atau tidak ada aktifitas selama ratusan tahun. Dapat disimpulkan sementara, selama ratusan tahun justru  mengumpulkan magma untuk dimuntahkan dalam letusan besar.

"Hal itu harus dibuktikan dengan penelitian geofisika bawah permukaan, sama halnya seperti segmen patahan gempa yang 'seperti tidur' selama ratusan tahun, bisa dianalogikan seperti sumber gempa Aceh-Nias tahun 2004," ujar peneliti sigapbencana-bansos.info yang juga asisten Staf Khusus Presiden bidang Bencana, Erick Ridzky.

Lebih jauh, secara teknis, dari close-up peta terlihat badan Gunung Sinabung yang mempunyai diameter 7 km masih berupa kerucut tajam dan bentuknya masih seperti 'tumpeng'. "Artinya kalau diibaratkan bisul, memang belum pernah pecah, melainkan bisul yang sedang tumbuh," kata Erick.

Menyitir Andi Arief, Staf Khusus Presiden, Erick menyampaikan ke depan pemerintah dan DPR meski menganggarkan dana yang cukup agar potensi bencana vulkanik maupun tektonik di Indonesia bisa terkelola dengan baik dengan pendekatan teknologi.

"Gunung-gunung dengan karakter seperti  ini, benar-benar harus dipantau sangat serius. Bisa dibayangkan risikonya untuk Sinabung,  karena lokasinya cukup dekat dengan lokasi padat penduduk," kata alumnus Institut Teknologi Bandung itu. Gunung ini hanya berjarak 50 kilometer dari Medan, kota terbesar di Sumatera.

Kajian tentang hubungan Gunung Sinabung dengan jalur gempa Patahan Sumatra, Erick menyampaikan  tidak ada hubungan langsung. "Lokasi gunung ini sekitar puluhan kilometer di timur Patahan Sumatera. Yang perlu diwaspadai, adalah segmen patahan Sumatera yang berada persis di sebelah barat Gunung Sinabung."

Kendati 400 tahunan tidak ada sejarah gempanya, dari data geologi dan GPS, segmen ini sangat aktif bergerak, lanjutnya. "Artinya potensi gempa besar yang dapat terjadi sangat tinggi.  Apalagi menimbang bahwa seringkali antara aktifitas gunung api dan gempa suka saling sikut-sikutan."

Sebelumnya, laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Sinabung berstatus 'AWAS' sejak Minggu pukul 10.00 WIB.

Situs itu menyebutkan, aktivitas letusan Gunung Api Sinabung tidak pernah tercatat sejak tahun 1600 sehingga tak diketahui aktivitas letusannya. "Karena letusannya tidak pernah tercatat, maka Gunung Sinabung dikelompokkan dalam tipe B, dan tidak dilakukan pemantauan secara menerus."(np)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com