NASIONAL

2012-2014, Awal Puasa Bisa Berbeda-beda

Tahun ini, awal Ramadan dan Lebaran sama, namun Idul Adha diprediksi berbeda-beda.

ddd
Selasa, 10 Agustus 2010, 21:44
Petugas Departemen Agama lakukan perhitungan hilal rukyat
Petugas Departemen Agama lakukan perhitungan hilal rukyat (Antara/ Eric Ireng)

VIVAnews - Tahun ini, awal Ramadan dan awal Syawal 1431 Hijriyah dipastikan seragam dirayakan. Namun untuk Idul Adha 1431 Hijriyah, terancam ada perbedaan.

"Ini karena perbedaan penentuan awal bulan Zulhijah," kata Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, usai sidang Istbat di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa, 10 Agustus 2010.

Menurut Thomas, perbedaan penentuan hari raya Idul Adha tersebut terjadi karena perbedaan cara perhitungan yang dilakukan di antara organisasi kemasyaratakat (Ormas) Islam di Tanah Air. "Akan ada Idul Adha pada 16 dan 17 November karena perbedaan kriteria awal bulan. Jika menggunakan hilal, Idul Adha terjadi pada tanggal 16 November sedangkan melalui metode rukyat terjadi tanggal 17 November," kata Thomas.

Lapan memperkirakan, posisi bulan baru yang ditandai dengan terlihatnya hilal sulit dilakukan. Pasalnya Lapan memperkirakan ketinggian bulan pada awal Djulhijah kurang dari 2 derajat. "Walau sudah positif, dengan hitungan rukyat itu belum masuk," katanya.

Lebih parah lagi, Lapan memperkirakan pada tahun 2011 akan ada perbedaan penentuan Hari Raya Idul Fitri, sedangkan tahun 2012 dan 2013 ada perbedaan penentuan awal Ramadan. Sementara pada tahun 2014, akan terjadi perbedaan penentuan awal puasa dan hari Lebaran karena tinggi bulan diperkirakan hanya 0,8 derajat.

Thomas mengatakan, Lapan mengusulkan agar dibuat kriteria baru yang menetapkan awal bulan untuk penanggalan Islam. Lapan sendiri mengusulkan tinggi hilal seharusnya ditetapkan sebesar 4 derajat. "Kriteria astronomi ketinggian di atas 4 derajat. Saya usulkan agar penentuan penanggalan juga dilakukan melalui metode ilmiah yaitu menggunakan ilmu astronomi," kata Thomas.

Menanggapi hal itu, Menteri Agama Suryadharma Ali sepakat agar dilakukan pertemuan kembali di antara ormas Islam dan lembaga terkait untuk menentukan kriteria penetapan awal bulan penanggalan Hijriah.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
aris
08/09/2010
mengalah tuk bersama dan bersaudara jng berbeda ga asyik n krng semarak syiar islam idul fitri hrs sm krn km pny otak kcuali otak km km gadein
Balas   • Laporkan
jupri kusro
11/08/2010
memang benar,yang salah itu orang yang tidak melaksanakan/menjalankan perintahnya,itu yang salah.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id