NASIONAL

Pembangunan Bandara Lombok Tersendat

Padahal, semula akan diresmikan Desember mendatang.
Sabtu, 7 Agustus 2010
Oleh : Karaniya Dharmasaputra
Bandara Internasional Lombok menunggu dioperasikan

VIVAnews - Proyek pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanakawu Kecamatan Praya Lombok Tengah, belum juga rampung. Dari 13 item pekerjaan, lima di antaranya belum teralisir. Yang masih terbengkalai antara lain menyangkut pekerjaan terminal penumpang dan fasilitas penunjangnya yang baru beres 85 persen, mekanikal
elektrikal airside 95 persen, mekanikel elektrikal landside baru 80 persen, peralatan kespen dan penunjangnya 85 persen, dan Acces
Road, Inspection Road serta fasilitas penunjangnya yang baru rampung 60
persen.

Kelima item pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan karena berbagai faktor, seperti gangguan keamanan di awal pengerjaan, keterlambatan datangnya peralatan di lokasi, dan perubahan pekerjaan yang mengakibatkan perlu adanya penambahan dana.

Kondisi tersebut diperkirakan dapat menghambat rencana peresmian
Bandara Internasional Lombok pada Desember 2010 mendatang. Apalagi
hingga saat ini proses pengerjaannya terkesan tersendat-sendat. Pengerjaan proyek pembangunan terminal penumpang dan fasilitas penunjangnya, misalnya, sudah terhenti selama tiga bulan. Hingga saat ini pengerjaan bagian penting itu masih sama sekali terhenti.

Terkait dengan itu, PT Angkasa Pura I yang menangani penyelesaian proyek, telah membentuk tim percepatan yang diketuai Eko Purwadi.

Menurut Eko, terhentinya pengerjaan pembangunan terminal yang
ditangani oleh PT Slipi Raya itu karena terkendala dana yang mencapai
Rp21 miliar.

Hal serupa terjadi pada proyek pengerjaan acces road dan inspection road. Terjadi perubahan mekanisme pendanaan, yang semula didanai Pemerintah Provinsi NTB senilai Rp18 Miliar dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Rp6 miliar menjadi beban PT Angkasa Pura I.

"Kami tengah melakukan evaluasi dan penghitungan kebutuhan dana dengan melibatkan Universitas Mataram untuk merampungkan proyek pembangunan terminal tersebut. Kami perkirakan akhir Desember bisa selesai," kata Eko Purwadi saat rapat dengan Wakil Gubernur dan Jajaran Pemerintah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Sabtu, 7 Agustus 2010.

Eko juga menjelaskan proses pengerjaan juga terkendala waktu, terutama mendekati bulan puasa dan Lebaran. Selain itu, untuk pengoperasian BIL, juga masih perlu diverifikasi dan disertifikasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

"Melihat kendala itu kami perkirakan peresmian BIL baru bisa dilaksanakan pada pertengahan Maret 2011. Apalagi syarat untuk memperoleh sertifikat pengoperasiannya harus melalui tes hingga full operation,"ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Badrul Munir
menyatakan akan segera berkoordinasi dengan komisaris PT Angkasa Pura I. Menurutnya pembangunan BIL tersebut bisa dipercepat mengingat peresmian direncanakan pada Desember mendatang. Usai menggelar
rapat bersama sejumlah instansi terkait seperti Angkasa Pura I, Pemeritah Kabupaten Lombok Tengah, dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB, Badrul Munir langsung meninjau bangunan terminal. (edy gustan/Mataram)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found