NASIONAL

Video Gunung Api Raksasa Bawah Laut Sulawesi

Sebelumnya, gunung api raksasa berdiameter 50 km dengan ketinggian 4.600 meter ditemukan.

ddd
Kamis, 15 Juli 2010, 00:50
gelembung keluar dari gunung Mahangetang di bawah laut di Siau, Sulawesi
gelembung keluar dari gunung Mahangetang di bawah laut di Siau, Sulawesi (Antara/ Basrul Haq)

VIVAnews - Sebuah gunung berapi raksasa di dasar laut di Sangihe, Sulawesi Utara dipetakan oleh ekspedisi gabungan ahli dari Amerika Serikat dan Indonesia.

Gunung ini diperkirakan memiliki ketinggian 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter.

Para peneliti menggunakan sistem sonar dan peralatan robotik, remotely operated vehicle (ROV) yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi -- untuk mengeksplorasi dasar laut Sulawesi.

"Ini gunung api yang besar, lebih tinggi dari gunung lain di Indonesia, kecuali tiga atau empat lainnya," kata Jim Holden, kepal peneliti Amerika Serikat, seperti dimuat laman Guardian.

Para ilmuwan berharap peta dan video yang dihasilkan akan jadi batu pijakan bagi peneliti lain untuk melanjutkan temuan yang masih awal ini

Penemuan gunung bawah laut di perairan Indonesia ini bukan kali pertamanya.

Mei 2009 lalu, gunung api raksasa berdiameter 50 kilometer dengan ketinggian 4.600 meter ditemukan di kawasan perairan barat Sumatera.

Belum dipastikan apakah gunung ini aktif. Namun jika benar, "Ini bisa sangat berbahaya," kata ahli geologi kelautan BPPT, Yusuf Surachman Djajadihardja, seperti dimuat laman Ninemsn.com.au. Puncak gunung ini berada di 1.380 meter di bawah laut. (umi)

Berita Favorit Lainnya:

Cut Tari Merasa Bersalah pada Suami

Titik Soeharto dan Prabowo Bersaing Rebut HKTI

Mengapa Tutut Enggan Temui Hary Tanoe

Google Map Rekam Area Misterius di China

• VIVAnews



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
mojave_
25/03/2011
fenomena alam yang menakjubkan sakaligus mengerikan
Balas   • Laporkan
m.lukman hakim
20/12/2010
ada ketakutan dan kekhawatiran bila semua itu meletus secara bersamaan. apakah mungkin itu akhir dari semua kehidupan?
Balas   • Laporkan
sonata
26/08/2010
kaya apa kalau meletus yaa
Balas   • Laporkan
iwa
05/08/2010
semoga gunung merapi itu jangan aktif Amieeeeeeen
Balas   • Laporkan
Rino
20/07/2010
Astaga! yaaah mau di apa kalau sdh kehendak Tuhan kita mau apa yg harus kita lakukan hanya berdo,a saja,,,toh pasti suatu saat juga kita pasti akan mati,jadi tinggal nunggu waktu aja.he he
Balas   • Laporkan
nira
19/07/2010
kepada para ilmuan dan peniliti diharapkan dapat memantau terus gunung tersebut.. agar dapat diantisipasi supaya tidak terjadi hal-hal yg tidak diinginkan.. terimakasih
Balas   • Laporkan
santi
19/07/2010
Subahanallah....lahir dan besar di Manado, kaget pasti. Apalagi skarang orang tua masih tinggal di Manado. Semoga gunung ini masuk kategori gunung merapi B yang hanya mengeluarkan gas dan belerang saja tanpa ada letusan.....amin.
Balas   • Laporkan
Doenam NS
15/07/2010
Bagi doooooonk...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru