NASIONAL

Mengapa Polisi Sulit Tumpas OPM di Papua

Kendala yang dihadapi, selain medan yang sulit ternyata juga minimnya peralatan.

ddd
Jum'at, 2 Juli 2010, 08:34
Bendera Papua Merdeka
Bendera Papua Merdeka (webshots.com)

VIVAnews -- Aksi teror, penembakan dan pembunuhan selama dua tahun terakhir kerap dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua. Namun, aparat keamanan belum berhasil menumpasnya.

Ada sejumlah kendala yang dihadapi polisi sehingga sulit menumpasnya. Selain medan yang sulit ternyata juga minimnya peralatan yang dimilliki.

"Di sini semua gunung, dan OPM tinggalnya di sana. Kalau kami hendak melakukan penyergapan, mereka dengan mudah memantau dari atas ke bawah, lalu melakukan penyerangan," kata Kapolres Puncak Jaya, Alex Korwa kepada wartawan, Jumat 2 Juli 2010.

Tidak hanya itu, suhu yang ekstrim dengan oksigen tipis, tentu membuat personel kewalahan. "Kami benar-benar kesulitan jika melakukan penyergapan," paparnya.

Sementara, kata Alex, peralatan yang dimiliki personel yang ditugaskan mengejar dan menangkap gerombolan itu sangat terbatas. "Personel tidak dilengkapi perlengkapan yang memadai," tuturnya.

Menurutnya, jika personel yang melakukan pengejaran dilengkapi helikopter dan teropong malam, akan lebih mudah untuk mengejar dan menangkap OPM. "Keterbatasan perlengkapan membuat personil kesulitan melakukan pengejaran," tandasnya.

Kapolres mengklaim, pada 1 juli yang kerap dirayakan sebagai hari Ulang Tahun OPM, sama sekali tidak ada pengibaran bendera bintang kejora. "Situasi 1 juli di Puncak Jaya aman terkendali, meski sebelumnya kami menetapkan status siaga satu," ungkapnya.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
herizal.alwi.ii
23/02/2013
Perlu dialog untuk membahas permasalahan di Papua. Dialog antara pemerintah pusat dan Pemda serta elemen masyarakat di Papua bisa menjadi solusi terhadap permasalahan di Papua, misalnya variabel status politik Papua, kondisi kesehatan, pendidikan dan hak-
Balas   • Laporkan
chitchatid
18/11/2010
Inget kata prabowo:kita harus kembali ke UUD.dulu tentara yg kuasa di irian.krn hukum memenangkan polisi untuk menjaga keamanan nasional,jadi polisilah yg berkuasa skr.UUD.di AS,irian itu identik dg appalachia.kaya SDA.kaya SDM Super Berbodohdiri Ya
Balas   • Laporkan
ruben
13/07/2010
Indonesia Kam Jangan Rakus Sudah, Kemerdekaan papua Itu bukan Oleh keinginan manusia Papua tetapi terrlebih telah digariskan Oleh sang pencipta Bumi papua untuk orang papua Jadi sampai kapanpun OPM tidak mungkin ditumpas. sebaliknya penumpasan OPM merupak
Balas   • Laporkan
ruben
13/07/2010
Indonesia Kam Jangan Rakus Sudah, Kemerdekaan papua Itu bukan Oleh keinginan manusia Papua tetapi terrlebih telah digariskan Oleh sang pencipta Bumi papua untuk orang papua Jadi sampai kapanpun OPM tidak mungkin ditumpas. sebaliknya penumpasan OPM merupak
Balas   • Laporkan
eko
04/07/2010
Karena OPM itu bukan Muslim kek di Aceh. Kalau "Teroris", Cepet secepet kilat. dan alatnya komplit.
Balas   • Laporkan
radyan
02/07/2010
Hrsnya polisi diberi persenjataan yg lengkap, biar cpt bs menumpas pemberontak! Ehh...malah dprnya malah mikirin diri sendiri, minta gedung megah, minta grtifikasi alias...., dapur sbnrny bkn wakil rakyat!!!
Balas   • Laporkan
zoko
02/07/2010
OPM sulit ditumpas karena didukung rakyat papua(mirip TNI waktu lawan belanda), Polisi sulit karena tidak didukung(dibenci) rakyat papua.
Balas   • Laporkan
babik
02/07/2010
yach..ngomongin soal DPR dari dilu memang begitu. Kerjanya cuma berkoar-koar. Hasilnya bullshit. Dpr bukan wakil rakyat tapi penyakit masyarakat.
Balas   • Laporkan
Rakyat
02/07/2010
ya.. itulah resiko tugas di daerah konflik, kalau di mabes ya enak , eneak segalanya..
Balas   • Laporkan
Benny Saputra
02/07/2010
Seharusnya kesetaraan kemakmuran di negeri ini merata. agar tidak terjadi hal seperti ini. Semangat masyarakat yang ingin melepas KWNI terlalu terobsesi. Seharusnya Pemerintah melihat potensi-potensi yang ada di PAPUA dan para masyrakat di beri pekerjaan
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru