NASIONAL

FPI 'Ancam' Penulis Berita

Munarman sedikit 'mengancam' bila masih ada yang menyebut FPI terkait insiden itu.
Rabu, 30 Juni 2010
Oleh : Ismoko Widjaya, Zaky Al-Yamani
FPI Unjuk Rasa Mahkamah Konstitusi

VIVAnews - Organisasi Front Pembela Islam (FPI) meminta semua pihak tak lagi mengaitkan insiden Banyuwangi dengan FPI. Bila masih ada fitnah, akan ada upaya hukum. Termasuk bagi jurnalis.

"Kami akan melakukan langkah hukum dan langkah politik bagi mereka para pemfitnah. Termasuk para penulis berita," kata Ketua Bidang Nahi Munkar (Hukum) FPI, Munarman, di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu 30 Juni 2010.

Munarman mengimbau agar tidak ada lagi pemberitaan yang mengaitkan FPI dengan peristiwa pengusiran politisi PDI Perjuangan di Banyuwangi, Jawa Timur. Munarman sedikit 'mengancam' bila masih ada yang menyebut FPI terkait insiden itu.

Menurut Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhamad AlKhattath, wacana pembubaran FPI merupakan manipulasi opini. Dan itu merupakan opini lama yang kembali dimunculkan dengan rekayasa.

"Kami menolak rekayasa pembubaran ormas Islam. Isu pembubaran ini seperti lagu lama yang diputar ulang," ujar Al-Khattath.

Dalam kasus Banyuwangi, kata dia, terlihat jelas upaya oknum tertentu untuk mengadu domba partai politik dengan ormas Islam. Targetnya, pembubaran ormas Islam yang mengusung Syariat Islam sebagai agenda perjuangan.

"Pola manipulasi opini publik sudah pernah terjadi dalam peristiwa Purwakarta pada tahun 2006. Isu yang berkembang bahwa salah satu tokoh masyarakat yang saat ini sudah wafat diusir Ormas Islam dari ruang diskusi. Padahal peristiwa pengusiran itu tidak pernah terjadi," ujar Al-Khattath.

Seperti diketahui, anggota Komisi IX DPR dari PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning melaporkan FPI ke Mabes Polri karena telah membubarkan pertemuan dalam rangka kunjungan kerja ke Jawa Timur.

Laporan Ribka ini telah diterima oleh petugas di Badan Reserse dan Kriminal Polri dengan Nomor laporan 240/VI/2010/Barekeskrim dengan terlapor Ormas FPI, Forum Umat Beragama, dan LSM Gerak. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found