NASIONAL

Mantan Kasad: Saatnya Polri Di Bawah Menteri

Dengan di bawah kementerian akan memudahkan kontrol terhadap Polri.

ddd
Selasa, 29 Juni 2010, 08:42
Jenderal TNI Purnawirawan Tyasno Sudarto
Jenderal TNI Purnawirawan Tyasno Sudarto (Antara/ Ujang Zaelani)

VIVAnews - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menilai, buruknya kinerja Polri dalam menangani kasus mafia hukum bisa dijadikan catatan untuk mengembalikan Polri di bawah kementerian.

Apalagi, belakangan kasus-kasus yang ditangani Polri terkesan lamban dan tidak tepat sasaran.

Seperti kasus penahanan mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Susno Duadji, yang merupakan "whistle blower" itu, sangat tidak tepat.

"Seharusnya, dia (Susno) bisa dijadikan pintu masuk untuk membongkar praktik mafia hukum yang melibatkan sejumlah petinggi Polri," ujarnya di Jakarta, Selasa 29 Juni 2010.

Bukan malah sebaliknya, melakukan penahanan terhadap orang yang seharusnya diberikan perlindungan hukum.

Karenanya, sudah sepantasnya bila institusi kepolisian berada di bawah naungan salah satu kementerian. Hal ini untuk memudahkan kontrol. "Boleh saja di bawah Presiden, persoalannya tugas presiden itu sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan," tegasnya.

Dengan demikian, pembenahan di institusi Polri, terutama kasus-kasus yang berkaitan dengan mafia hukum di tubuh Polri itu sendiri, segera terungkap.

"Silakan Polri mengembalikan ke jalur yang benar. Ini untuk kebersihan Polri. Jadi mari lakukan dengan cara-cara yang cerdas," tuturnya.

Apalagi, itu syarat mutlak agar institusi kepolisian bisa dipercaya lagi oleh publik, selain juga melakukan reformasi secara tuntas di tubuh kepolisian itu sendiri.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Bonni Hargens mengatakan, Susno Duadji merupakan korban kriminalisasi yang dilakukan oleh institusinya sendiri. Saat bertemu dengan Susno saat menjenguk di tahanan, Ia banyak mendapat cerita dari mantan Kabareskrim itu.

"Kami banyak cerita di dalam, dan saya melihat Susno dikorbankan untuk membungkam kasus lain. Susno sendiri yang mengatakan itu ketika saya menjenguk beliau di tahanan," ujarnya kepada VIVAnews.

Karena itu, Presiden perlu mengambil langkah tegas terhadap Polri, dan memberikan perlidungan yang cukup kepada Susno, bukan justru disibukan dengan munculnya kasus video mesum mirip artis Ariel, Luna atau Cut Tari.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
intel
04/04/2011
Bagus itu pemikran cemerlang,buat bapak Anton yang mengirim komentar seharusnya kometar anda perlu diklarifikasi,,pemikiran yang seperti ini yang harus dikerjakan,,,,
Balas   • Laporkan
raja oberlin timora t
25/08/2010
penapat pengamat politik yg terakhir tolong lebih bijak.saya setuju dengan ada kekurangan penanganan berbagai kasus oleh polri.tapi banyak faktor penyebabnya.jangan dikaitkan dengan kasus video.anda pengamat hiburan?atau dibayar artis mesum?
Balas   • Laporkan
raja oberlin timora t
25/08/2010
pendapat pak tyasno tidak banyak bisa saya komentari.dibanding saya yg baru 30 tahun,pengalaman beliau pasti lebih banyak.mudah2an bukan krn kepentingan kelompok tertentu yg mungkin sinis/iri.
Balas   • Laporkan
Dhony
25/07/2010
Apa nanti Polri tidak dimanfaatkan oleh Menteri jika menterinya tersangkut kasus korupsi? yg perlu dibenahi adalah sistem penanganan kasus, kalau itu Korupsi semestinya ditangani oleh KPK tanpa kecuali, apakah melibatkan oknum TNI/POLRi, Menteri, bahkan P
Balas   • Laporkan
SONY SUDARSONO
05/07/2010
Inilah pemikiran yang cerdas setuju pak tyasno,....ayo polisi jangan malu-malu jujur, akuilah dan perbaiki.
Balas   • Laporkan
anton
02/07/2010
NGARANG KAMU JENDRAL , KAMU KAN DARI TNI, SEBAIKNYA KALO SUDAH PENSIUN YANG PERBANYAK AMAL IBADAH EN NIKMATIN MASA TUA, APA YANG ANDA TAHU TENTANG POLRI ???
Balas   • Laporkan
anton
02/07/2010
NGARANG KAMU JENDRAL , KAMU KAN DARI TNI, SEBAIKNYA KALO SUDAH PENSIUN YANG PERBANYAK AMAL IBADAH EN NIKMATIN MASA TUA, APA YANG ANDA TAHU TENTANG POLRI ???
Balas   • Laporkan
khuncrit
01/07/2010
setuju...polisi kita udah kebablasan.....saat reformasi mahasiswa mati-matian berjuang aga polisi berpisah dari ABRI dan mandiri, TNI aja dibawah Dephan...jangan kasih hati lagi, rakyat udah gemes dengan kinerja polisi...
Balas   • Laporkan
made antara
30/06/2010
hari gini masih ada yg komentar yg berharap out comenya di awang2 ,ayo dong beri input,out put yg benar dan pastinya melangit dan membumi,
Balas   • Laporkan
gunadharma
29/06/2010
tepat sekali saran dari bapak tyasno , memang sudah saatnya polri berbenah diri dengan cara yang cerdas, sebab bila dibiarkan sepaerti sekarang polri akan semakin terlihat liar dan bodoh
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com