NASIONAL

Waspadai Wilayah Potensi Bencana Ada di NTB

Secara geografis perairan NTB berbatasan dengan laut India yang arusnya cukup kuat.

ddd
Selasa, 11 Mei 2010, 12:48
Pusat terjadinya gempa dan tsunami
Pusat terjadinya gempa dan tsunami (communitywebs.org)

VIVAnews -- Direktur Operasional dan Latihan Badan SAR Nasional, Marsekal Pertama TNI Teddy Sutedjo menyatakan, wilayah Indonesia yang memiliki daerah rawan bencana saat ini ada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, secara geografis perairan NTB berbatasan dengan laut India yang arusnya cukup kuat. Dengan demikian perairan NTB rentan terhadap musibah pelayaran. Disamping itu, jika terjadi gempa, juga berpotensi dilanda tsunami.

"Selain berbatasan dengan laut india. Saat ini, di NTB kita ketahui Gunung Rinjani sudah mulai batuk-batuk, dan peningkatan aktivitas gunung berapi itu berkaitan dengan longsor, gunung meletus atau gempa bumi," kata Teddy Sutedjo, Selasa 11 Mei 2010.

Karena itu, untuk mengantisipasi, Basarnas terus memperbaharui data-data terkait titik-titik rawan bencana di NTB. Bahkan berbekal teknologi yang dimiliki Badan SAR Nasional akan menerapkan Early Warning System untuk menghindari korban.

Basarnas juga menyiapkan kapal berskala besar di perairan Bali untuk mengevakuasi kapal dan korban. Apalagi, rata-rata kapal yang berlayar di perairan Lombok hanya 28 meter. Sehingga kapal tersebut tidak mampu menghadapi gelombang yang tingginya mencapai 4 meter.

"Untuk penyelamatan di laut kita harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan tinggi gelombang. Maka itu kita butuh kapal yang lebih besar," ujarnya.
VIVAnews -- Direktur Operasional dan Latihan Badan SAR Nasional, Marsekal Pertama TNI Teddy Sutedjo menyatakan, wilayah Indonesia yang memiliki daerah rawan bencana ada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, secara geografis perairan NTB berbatasan dengan laut India yang arusnya cukup kuat. Dengan demikian perairan NTB rentan terhadap musibah pelayaran. Disamping itu jika terjadi gempa, NTB berpotensi dilanda tsunami.

"Selain berbatasan dengan laut india. Saat ini, di NTB kita ketahui Gunung Rinjani sudah mulai batuk-batuk, dan peningkatan aktivitas gunung berapi itu berkaitan dengan longsor, gunung meletus atau gempa bumi," kata Teddy Sutedjo, Selasa 11 Mei 2010.

Karena itu, untuk mengantisipasi, Basarnas terus memperbaharui data-data terkait titik-titik rawan bencana di NTB. Bahkan berbekal teknologi yang dimiliki Badan SAR Nasional akan menerapkan Early Warning System untuk menghindari korban.

Basarnas juga menyiapkan kapal berskala besar di perairan Bali untuk mengevakuasi kapal dan korban. Apalagi, rata-rata kapal yang berlayar di perairan Lombok hanya 28 meter. Sehingga kapal tersebut tidak mampu menghadapi gelombang yang tingginya mencapai 4 meter.

"Untuk penyelamatan di laut kita harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan tinggi gelombang. Maka itu kita butuh kapal yang lebih besar," ujarnya. (hs)

Laporan: Edy Gustan | NTB 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id