NASIONAL

Bagaimana Anies Baswedan Dididik Ibunya

Awal mendidik pembiasaan pada anak, dimulai dari pipis pada tempatnya.

ddd
Jum'at, 7 Mei 2010, 14:04
Aliyah Rasyid Ibunda Anies Baswedan
Aliyah Rasyid Ibunda Anies Baswedan (Eko Suswantoro | Surabaya Post)

SURABAYA POST -- Menjadi orangtua yang sukses adalah mudah. Tapi menjadi orangtua yang sukses dan melahirkan putra-putri yang sukses pula dalam waktu yang bersamaan merupakan prestasi tersendiri.

Salah satunya pasangan Drs. Rasyid Baswedan, SU dan Prof. DR. Aliyah Rasyid, M.Pd yang berhasil mengantarkan putra mereka, Anies Baswedan menjadi tokoh yang diperhitungkan dunia internasional.

"Ajari anak dengan pembiasaan," tutur lembut Prof. DR. Aliyah Rasyid, M.Pd.  Suaranya yang lembut namun terdengar tegas memenuhi ruang pertemuan Telkomsel yang ada di lantai 17 Plaza BRI, Kamis 6 Mei 2010.

Puluhan karyawan dan undangan pun terhipnotis dengan suara Aliyah, ibu dari Anies Bawesdan, salah satu tokoh yang diperhitungkan di dunia internasional saat ini.

Bersama suaminya, Rasyid Baswedan, Aliyah dihadirkan untuk berbagi pengalaman pribadi cara mendidik ketiga buah hatinya hingga menjadi orang sukses. Dengan tenang dan penuh perhatian, para undangan yang lebih banyak dihadiri kaum hawa ini tampak khusyuk mendengarkan resep pasangan suami istri ini.

Perempuan yang setiap hari menjadi Dosen Fakultas  Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jogjakarta ini menuturkan sejak kecil, dia dan suami selalu mendidik buah hati dengan pembiasaan.

Di antaranya pembiasaan taat beribadah, pembiasaan banyak membaca, pembiasaan kerja keras, pembiasaan bersikap santun kepada siapapun, pembiasaaan bertanggung jawab, pembiasaan berbicara di depan umum, pembiasaan berorganisasi, pembiasaan menghadapi tantangan serta pembiasaan-pembiasaan baik lainnya.

”Awal mendidik pembiasaan pada anak, dimulai dari pipis pada tempatnya. Hal itu akan tertanam pada anak kita,” ungkap perempuan berkaca mata ini.

Dengan pembiasaan-pembiasaan itu, pendidikan akan tertanam pada anak. Sehingga, anak akan terbiasa untuk melakukan apa yang telah ditanamkan oleh orangtua mereka.

Begitu pula dengan pembiasaan membaca. Kebiasaan ini mampu melatih anak menyisihkan uang untuk membeli buku, karena mereka sudah terbiasa untuk membaca. Sehingga bila mereka tidak membaca akan merasa ada sesuatu yang hilang.

”Selain mendidik dengan cara pembiasaan, saya juga membiasakan untuk tak terlalu over protektif kepada anak. Sikap over protektif ini  akan membuat kepribadian  anak lemah. Bagi saya nyerempet-nyerempet sedikit bahaya tidak apa-apa karena itu ada manfaatnya. Salah satunya membuat anak menjadi tangguh dalam menghadapi persoalan hidup nantinya,” beber Aliyah.

Aliyah juga menceritakan saat Anies berusia 5 tahun, dia melihat Anies sedang dikeroyok beberapa anak di halaman samping rumahnya. Melihat sang putra yang sedang dikeroyok, dirinya tidak langsung melerai atau memukul anak-anak lainnya. Namun, Aliyah hanya melihat dan memantau dari jauh.

”Ya saya liat saja, berbahaya atau tidak. Sambil pura-pura tidak melihat, saya masuk ke rumah. Di dalam rumah saya perhatikan dia, dari situlah anak akan terbiasa untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahannya sendiri,” jelasnya.

Tidak hanya Aliyah, sang suami Rasyid yang juga hadir sebagai bintang tamu membeber kiatnya mendidik anak.  Dia mengaku tidak pernah marah, baik kepada sang istri maupun kepada putra-putri mereka.

”Buat apa marah. Nanti kita malah jadi pemarah. Lebih baik kita diam dan melihat permasalahannya apa, nanti baru dicari solusinya,” ungkapnya.

Dosen Fakulas Ekonomi Universitas Islam Indonesia menuturkan pola yang dianut dalam mendidik anak, adalah memberikan arahan kepada sang anak untuk gemar membaca serta taat beribadah.

”Sejak anak-anak kecil, saya selalu membiasakan mengajak mereka ke perpustakaan. Di sana saya biarkan mereka mencari buku sendiri, saya hanya memantau dari jauh,” katanya.

Selain membiasakan banyak membaca, dia juga biasa mengajak anak-anak jalan-jalan sehari sebelum ujian dimulai. Kebiasan itu dilakukan agar mereka tidak terpengaruh dengan teman-temannya yang baru belajar menjelang ujian.

Dia tak takut anak-anaknya tak bisa mengerjakan soal ujian. Sebab dia sudah membiasakan anak untuk gemar membaca dan merangkum setiap satu halaman dari pelajaran mereka, empat bulan sebelum ujian dilaksanakan. “Karena itu menjelang ujian, saya malah ngajak anak-anak jalan untuk penyegaran otak,” katanya.

Berkat didikan orangtua tangguh ini, anak pertama mereka Anies Baswedan masuk dalam daftar 20 Tokoh Berpengaruh di Dunia 20 Tahun Mendatang versi majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April ini.

Menurut majalah bulanan berbahasa Jepang itu, Anies berhasil meraih kepercayaan dari masyarakat luas karena citranya yang netral, serta memiliki pandangan yang berimbang.

Rektor Paramadina ini juga mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang Young Global Leaders 2009 dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF).

Namanya disejajarkan bersama 230 orang pemimpin muda dunia yang dianggap memiliki prestasi dan komitmen kepada masyarakat, serta mempunyai potensi untuk berperan dalam memperbaiki dunia di masa mendatang.

Bahkan pada April 2008, majalah Foreign Policy, Amerika pernah memilih cucu dari AR Bawesdan, salah seorang pejuang pergerakan nasional dan pernah menjadi Menteri Penerangan di masa awal kemerdekaan Indonesia sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar 100 Tokoh Intelektual Dunia. (jn)

Laporan: Siska Prestiwati W



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru