NASIONAL

Unpad Dirikan Rumah Sakit Pendidikan

Rumah sakit model teaching hospital diharapkan dapat menyemaikan bibit-bibit dokter.

ddd
Selasa, 27 April 2010, 22:54
 
  (AP Photo/Ng Han Guan)

VIVAnews -Universitas Padjadjaran (Unpad) mendirikan Rumah Sakit Pendidikan Unpad dilatarbelakangi masih sedikitnya lembaga pendidikan tinggi kedokteran yang memiliki RS pendidikan secara mandiri.

Kehadiran RS Pendidikan Unpad akan menunjang Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung yang terletak persis di depan RS Pendidikan Unpad.

"Secara konseptual RS Unpad akan didedikasikan sebagai RS Pendidikan Eksilensi sebagai pelengkap dari keberadaan RS Pendidikan utama dalam hal ini RSHS yang telah ada," ujar Rektor Unpad Ganjar Kurnia di Auditorium RS Pendidikan Unpad, Bandung, 27 April 2010.

Menurutnya, untuk kepentingan pendidikan RS Unpad akan dimanfaatkan sebagai tempat penguatan pusat penelitian dan pengembangan pendidikan kedokteran spesialistik. RS pendidikan akan dikembangkan sebagai salah satu unit pelayanan lanjutan Rumah Sakit Hasan Sadikin.

"Kami fokus terhadap pelayanan medik, pelayanan medik lanjutan di bidang penyakit-penyakit infeksi dan onkologis. Penyakit infeksi dan onkologis akan menjadi fokus kami dalam bidang penelitian," ujar Ganjar.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Pendidikan Fasli Jalal yang meresmikan RS Pendidikan Unpad mengatakan rumah sakit model teaching hospital diharapkan dapat menyemaikan bibit-bibit dokter ke rumah sakit lainnya. Rumah sakit pendidikan benar-benar digunakan sebagai tempat ilmu-ilmu kedokteran dikembangkan.

"Kami harapkan teaching hospital dapat menmbuat riset kelas dunia dan memberikan kontribusi kepada masyarakat," kata dia.

Sedangkan Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih yang juga hadir mengungkapkan pola kerja sama antara RSHS dengan Rumah Sakit Pendidikan Unpad dapat dijadikan contoh oleh rumah sakit pendidikan yang lain.

"Beberapa rumah sakit pendidikan masih ada yang belum harmonis dengan rumah sakit daerah yang dikelola oleh Kementrian kesehatan," ujarnya.

Pada kesempatan itu Menkes juga menawarkan peluang kerja sama dengan pihak asing untuk melakukan penelitian vaksin. Indonesia sudah mendatangani MoU ilmu dan teknologi dengan sejumlah universitas di luar negeri, seperti George Washington University.

Menkes menghimbau, agar para peneliti dapat memanfaatkan hal tersebut dengan baik. Para peneliti diharapkan membuat proposal yang baik agar mendapat respon dari pihak universitas luar negeri. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami tidak mau jika hanya menjadi pemakai vaksin saja. Kami ingin mengembangkan vaksin. Dengan kerja sama ini pihak asing dapat menunjang secara teknologi," kata Endang.

Laporan: Iwan Kurniawan | Bandung



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
bokey
27/04/2010
emang perlu bgt tuh... dari pada ntar mahasiswa praktek di RS umum/swasta malah ngejadiin pasien kelinci percobaan... pengelaman pribadi, di infus mahasiswa praktek malah ga masup2 jarumnya... zzz...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id