NASIONAL

ABK Bunuh Kapten dan Bajak Kapal Taiwan

Diduga jenasah kapten kapal dibuang ke laut lepas.

ddd
Kamis, 22 April 2010, 23:07
 
  (AP Photo)

VIVAnews - Delapan warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal di kapal penangkap ikan berbendara Taiwan KM Jenn Fure Shying atau Chen Fu Siang ditangkap. Mereka diduga telah membajak kapal itu dan membunuh kapten kapalnya.

Delapan ABK itu ditangkap oleh KRI Ahmad Yani yang sedang melakukan Operasi Pari 2010 di sekitar perairan Selatan Enggano Rabu 21 April 2010 pukul 22.47 WIB. Namun, personel KRI tidak berhasil menemukan jenasah kapten kapal warga negara Taiwan bernama Chen Yin Chung. Diduga jenasah kapten kapal itu dibuang ke laut lepas.

Komadan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksamana Pertama TNI Didit Herdiawan MPA, MBA mengatakan kepada wartawan di Pelabuhan Indah Kiat Cilegon Provinsi Banten Kamis 22 April 2010.

Menurutnya, KM Chen Fu Siang dibajak di perairan Enggano pada posisi 06 04,3 S-103 23,1 T di awal oleh KRI Ahmad Yani dengan nomor lambung 351 ke Pangkalan TNI AL Banten.

"Dari pemeriksaan awal diduga dari delapan ABK tersebut ada yang melakukan pembunuhan dan akan diselidiki lebih lanjut," ujar Didit.

Didit menjelaskan untuk penanganan lebih lanjut akan diserahkan proses penyidikannya ke Lanal Banten. Kedelapan ABK warga negara Indonesia saat ini diamankan di atas KRI Ahmad Yani. Delapan ABK itu adalah Rintoyo, M Kadir, M Zakir, M Abubakar, Kadori, Rasiman, Mugi, dan Nuritno.

Terungkapnya kasus pembajakan yang disertai pembunuhan terhadap kapten kapal KM Chen Fu Siang berawal ketika unsur operasi Arung Pari 2010 di bawah kendali Danguspurla Armabar RI mendapat kontak dari data intelijen. Informasi itu diterima dari Panglima Armabar dan wakil kepala staff AL.

Berdasarkan informasi tersebut KRI Ahmad Yani, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Gilimanuk dan KAL Tamposo langsung beraksi melakukan pengejaran dan melakukan penyekatan terhadap kapal penangkap ikan berbendera Taiwan tersebut.

Hari Rabu 21 April 2010 KRI Ahmad Yani berhasil mendeteksi dan menangkap KM Chen Fu Siang di sekitar perairan Enggano atau 125 nautical mile dari Banten ke arah Barat Daya atau kalau dari posisi kapalnya sebelah tenggara Banten.

Dari pemeriksaan petugas akhirnya diketahui bahwa kapal penangkap ikan tersebut telah di bajak oleh delapan ABK-nya dan kapten kapal telah dibunuh dan mayatnya dibuang ke laut.

Mengenai pembunuhan terhadap Kapten Chen Yin Chung, Didit menjelaskan dari kronologis diduga para ABK menderita stres akibat terlau lama berada di laut untuk mencari ikan di Samudera Hindia.

KM Chen Fu Siang berangkat dari Taiwan satu bulan lalu, kemudian berlayar ke Sri lanka. Sebelum tiba di Sri lanka kapal sempat berlabuh di Phuket Thailand untuk menaikan satu penumpang sebagai ABK.

"Dari Sri lanka kapal lalu melakukan penangkapan ikan di Samudera Hindia yang jaraknya sekitar 400 nautical mile sebelah barat Padang," jelas Didit.

Ditambahkan dia setelah keluar dari Sri lanka, dua hari dua malam kapal kominukasi dengan kapal terputus atau tidak bisa dihubungi oleh agen kapal.

Operasi Arung Pari 2010 merupakan operasi yang dilaksanakan oleh Gugus Tempur Laut Armada RI kawasan Barat, dilaksanakan setiap tahun  selama 180 hari. Operasi yang melibatkan KRI dan pesawat udara dilakukan untuk melaksanakan penegakan kedaulatan dan hukum di laut wilayah yuridiksi nasional terutama wilayah barat. Operasi ini diharapkan memberikan efek deterrence (penangkalan) kegiatan illegal di wilayah RI.


Laporan: Saputra | Cilegon



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com