NASIONAL

Bali Gelar Festival Reggae Internasional

Rencananya Sanur akan menjadi pusat festival Reggae Internasional.
Senin, 29 Maret 2010
Oleh : Arry Anggadha
Festival Reggae di Sanur (Peni Widarti | Bali)

VIVAnews – Bali akan jadikan musik reggae sebagai ajang festival Internasional tahun depan, festival reggae ini pertama kali dihadirkan pada tahun 2010 tepatnya 28 Maret 2010 di pantai Segara – Sanur. Afro Moses, Group band Reggae asal Australia dan vokalisnya asal Gana Afrika ikut memeriahkan festival ini.

Ketua panitia penyelenggara festival Reggae, Bagus Mantra mengatakan festival ini merupakan sebuah awal percobaan untuk menjadikan sebuah festival tingkat Internasional.

“Dengan festival perdana ini, rencananya Sanur akan menjadi pusat festival Reggae Internasional, karena Sanur merupakan cikal bakal reggae,” ujarnya.

Festival perdana yang mengambil tema “Love and Unity” ini juga menyuarakan kepada seluruh pengunjung festival agar peduli terhadap HIV AIDS yang banyak menyerang kaum muda mudi di Bali .

Nyanyian reggae dari Afro Moses yang meneriakkan, “Hei.. people, are you ready to sing?” dan band-band reggae local lainnya pun membuat pengujung rela berdesak-desakan untuk berjoget dan menikmati alunan musik damai ini, dari anak-anak hingga kakek nenek ikut bergoyang. Band Afro Moses juga membawakan dua buah lagu Bob Marley yang sudah sangat dikenal masyarakat dunia sebagai artis reggae ternama, yakni “Get up Stand up, dan Tree little bird”.

Tak hanya pengujung asli Bali, para penghuni hotel di sekitar pantai pun ikut menikmati malamnya dengan musik reggae. Sementara kaum komunitas pecinta reggae, komunitas motor tua Bali , dan komunitas rambut gimbal tak ketinggalan untuk hadir dan berdansa.

Menurut Tiziana salah seorang pengunjung festival asal Swiss yang fasih berbahasa Indonesia ini, festival ini sangat menarik karena belum ada festival yang mengangkat sebuah aliran musik, salah satunya musik reggae, baginya festival ini sangat damai dan mudah dijangkau oleh semua kalangan.

“Saya senang dengan hadirnya festival ini, karena kebanyak festival lainnya di Bali hanya bisa dijangkau oleh orang yang bisa membayar untuk sebuah festival, jadi acara ini sangat menarik dan free “ ungkapnya sambil menari-nari.

 
Laporan: Peni Widarti | Bali

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found