NASIONAL

"Gay-Lesbian Tinggalkan Surabaya Sore Ini!"

Hingga sore ini, ratusan orang masih mengepung Hotel Oval. Mereka mengeluarkan ultimatum.

ddd
Jum'at, 26 Maret 2010, 17:13
FPI Unjuk Rasa  Mahkamah Konstitusi
FPI Unjuk Rasa Mahkamah Konstitusi (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pengepungan saat ini terjadi di Hotel Oval, Surabaya. Ratusan orang dari Gerakan Umat Islam Bersatu yang terdiri dari 43 ormas Islam mengepung lokasi pertemuan kelompok gay dan lesbian.

Dalam pertemuan antara massa dan polisi, pengepung diminta mengurangi massanya yang berjumlah ratusan. "Tapi kami berprinsip tidak akan menarik massa karena kami sering dibohongi oleh kelompok lesbian dan gay," kata Sekretaris Jenderal FPI Jatim Moh Chaerudin, Jumat 26 Maret 2010.

Kata dia, Larangan polisi tak digubris kelompok homoseksual. "Mereka juga melecehkan keberadaan Gerakan Umat Islam bersatu, sempat jumpa pers di Hotel Oval," tambah dia.

Sebelumnya, massa memberikan batas waktu pukul 16.30 bagi kelompok gay dan lesbian untuk meninggalkan hotel, juga Surabaya. Untuk orang asing yang ikut dalam pertemuan, bahkan harus segera meninggalkan Indonesia.

Kapolsek Wonokromo, AKP Kadarisman mengaku masih menfasilitasi titik temu antara dua kelompok yang berseberangan.

"Dari pihak perkumpulan masih berunding karena sejumlah peserta banyak dari negara asing. Mereka masih menunggu tiket untuk meninggalkan Surabaya," kata dia.

Sementara, manajemen Hotel Oval sudah menemui massa. Pihak manajemen menegaskan mereka tak menfasilitasi pertemuan tersebut.

Pertemuan gay-lesbian tetap dilakukan meski pihak berwenang tak mengeluarkan izin bagi acara “International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Intersex Association” .

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid menyesalkan kejadian tersebut.

"Kaum minoritas punya hak berkumpul selama tak ada kekerasan," kata Usman Hamid, Jumat 26 Maret 2010.

"Polisi seharusnya membubarkan kelompok masyarakat yang ingin mengganggu dengan kekerasan bukan malah membubarkan kaum pertemuan gay tersebut," lanjut dia.


Laporan: Tudji Martudji| Surabaya



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
blackpeople
24/04/2012
kita boleh aja punya pendapat berbeda, tapi kalau saya pribadi emang gak setuju sama penyimpangan seksual...binatang aja gak ada yang homo...
Balas   • Laporkan
atmospherely
29/11/2011
Well.... pada gak tau yah banyak kasus sodomi, gay, lesbian di pesantren.... Well... saling menghormati aja lah... gak perlu ngehakimi umat lain ...bukan sama2 Tuhan ini juga...
Balas   • Laporkan
redoctober | 16/04/2013 | Laporkan
biar tuhan yang membales, itu tepatnya...kita menghormati yang di tentang agama???? sorry deh bro....Allh melaknat kalau begitu
jaya
02/05/2010
jaman sekarang kita harus dewasa dalam segala hal. dewasa dalam pikiran, perkataan, perbuatan dll. janganlah kita menghakimi sesuatu hanya berdasar pemikiran sendiri. karena itu hanya akan ada prasangka. mohon lebih dipikr sebelum bertindakl.
Balas   • Laporkan
redoctober | 16/04/2013 | Laporkan
Kalau dari pemikiran sendiri tanpa dasar begitu???? bingung yach jadinya...ketika hal yang bertentangan dengan agama terjadi justru banyak yang membela...kiamat memang sudah dekat
java
27/03/2010
toleransi adalah untuk hal kebaikan dan kemashlahatan dan manfaat, bukan untuk hal yang jelek, maksiat, dan di luar kodrat! demokrasi adalah kepentingan masyarakat luas/banyak untuk kepentingan yang baik dan bermanfaat ! ini bukan tentang kekerasan bung!
Balas   • Laporkan
redoctober | 16/04/2013 | Laporkan
perilaku yang menyimpang itu dilarang oleh agama gannnn. Nah Agama juga kan ada dalam UUD. coba deh lebih dipahami dan banyak belajar tentang agama.
punkdut | 28/11/2011 | Laporkan
sepakat mas, pendekatannya jangan cuma agama saja, tapi harus dengan ideologi dan hukum juga, kaum minoritas yang dilindungi Pancasila dan uud itu agama, perempuan dan anak2, bukan perilaku seksual yang menyimpang
dibowo
27/03/2010
hidup dalam demokrasi toleransi terhadap kaum minoritas tidak harus dilawan dengan kekerasan
Balas   • Laporkan
redoctober | 16/04/2013 | Laporkan
ane setuju dengan anti kekerasan..lebih setuju lagi Kaum Homo itu bertaubat. Karena Allah menciptakan semuanya itu berpasangan dengan lawan jenis. Laki dan permepuan, siang dan malam, matahari dan bulan. ga ada cowo dan cowok
Muhammad Abid
26/03/2010
Harus dibubarkan..... andai saya disana ikut berdemonstrasi... karena kami kelahiran surabaya tidak ingin terjadi bila bala dan bencana akan datang di kota kami.. sebagaimana dihancurkan dan dibinasakan kaum luth dimana mereka berbuat lesbi dan homo.... j
Balas   • Laporkan
sataniclegacy | 23/04/2012 | Laporkan
Setuju mas, lama2 kawan - kawan kita (orang Indonesia juga) lama2 liberal, dan enggan untuk mencari kebenaran yang hakiki, kebenaran yang sesuai dengan ketetapan Tuhan. Bukankah jika sama2 menegakan kebenaran ini, kehidupan lebih baik. Kalo seperti ini, n


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id