NASIONAL

Provinsi Kalimantan Selatan

Profil Provinsi Kalimantan Selatan mencakup data penduduk, sumber daya, dan makro ekonomi

ddd
Jum'at, 10 Oktober 2008, 16:11

Alamat:Jl.Jend.Sudirman No.14 Banjarmasin 70114
Telepon: (0511) 3363845, 3352667
Fax: (0511) 4364197, 3351187
Email:webmaster@kalsel.go.id, kpde@kalsel.go.id
Website: www.kalselprov.go.id/

Provinsi Kalimantan Selatan memiliki perbatasan dengan Provinsi Kalimantan di sebelah barat dengan Provinsi Kalimantan Tengah, di sebalah timur dengan Selat Makassar, di sebelah selatan dengan Laut Jawa dan di sebelah utara dengan Provinsi Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan Selatan beribukota di Banjarmasin.

Jumlah penduduk sebanyak 3,45 juta jiwa (Oktober 2008) dengan tingkat kepadatan 89 kilometer persegi (2008). Pada Agustus 2008, total angkatan kerja sebanyak 1,67 juta jiwa dengan jumlah pengangguran 110,1 ribu jiwa. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,18 persen.

Jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 sebesar 234 ribu jiwa (7,01 persen) dimana 64,41 persen berada di pedesaan. Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2008 sebesar Rp 930.000. Jumlah penerima BLT (2005) menurut kategori sangat miskin sebanyak 77 ribu jiwa,  miskin  sebanyak 63 ribu jiwa, dan mendekati miskin sebanyak 107 ribu jiwa.

SUMBER DAYA
Provinsi Kalimantan Selatan memiliki beberapa sektor yang potensial untuk dikembangkan, diantaranya: sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, pariwisata, dan ekonomi perdagangan.

Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan
Luas lahan pertanian adalah sebesar 521 ribu ha, dengan hasil produksi padi, jagung, kacang kedelai, singkong, dan pisang. Hasil perkebunan adalah kelapa sawit, karet, teh, kakao, kopi, lada, dan vanili, dengan luas lahan 54 ribu ha. Produksi sektor perikanan laut sebesar 117 ribu ton, sedangkan perikanan darat  8 ribu ton.

Kehutanan
Luas area hutan adalah 1,7 juta ha yang meliputi hutan lindung, hutan alam, hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas, hutan konservasi dan hutan bakau. Hasil produksi mencakup rotan, kayu manis, dan karet.

Pertambangan
Sektor pertambangan adalah migas dan batu bara. Terdapat 3 jenis tambang, yaitu tambang golongan A, tambang golongan B, dan tambang golongan C.

•    Golongan A, terdiri dari batubara (cadangan sebanyak 5,6 miliar            ton), minyak bumi (cadangan sebanyak 102 juta m³), dan biji              nikel (cadangan sebesar 42 juta ton).
•    Golongan B terdiri dari biji besi (cadangan sebanyak 195 juta ton),      emas (dengan cadangan sebanyak 23 juta ton), krikil berintan          (cadangan sebanyak 23juta ton).
•    Golongan C terdiri dari batu gamping (potensi cadangan 10 miliar         ton), marmer (potensi cadangan sebanyak 1,2 miliar m³) , kaolin      (cadangan sebanyak 194 juta ton).

Perusahaan-perusahaan pemegang izin usaha  pertambangan diantaranya, yaitu PT Meratus Sumber Mas, PT Galuh Cempaka, PT Arutmin Indonesia, PT Adaro Indonesia, dan PT Sumber Kurnia Buana. Selengkapnya lihat tabel.

Tabel 1
Perusahaan Pemegang Kontrak Karya (Contract Of Work)

Nama Perusahaan

Aktivitas

Luas Area
(Ha)

Jenis
Mineral

Lokasi

PT. Meratus Sumber Mas

Exploitation
Facilities
Development

8.684

Emas

Kotabaru, Tapin and Banjar

PT. Galuh Cempaka

Exploitation
Facilities
Development

2.944

Intan
Alluvial

Banjarbaru and Tanah Laut

PT. Pelrast International

Exploration

201.000


Emas

Banjar, Tanah Laut and Kotabaru

 

Tabel 2
Perusahaan Pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)

 

Nama Perusahaan

Aktivitas

Luas Area
(Ha)

Lokasi

PT. Arutmin Indonesia

Exploitation/Production

59.217

Kotabaru, Tanah Laut dan Tanah Bumbu

PT. Adaro Indonesia

Exploitation/Production

35.782

Tabalong dan Balangan

PT. Bentala Coal Mining

Exploitation/Production
Construction

2.095
32.005

Balangan

PT. Bahari Cakrawala Sebuku

Exploitation/Production

5.871

Kotabaru

PT. Antang Gunung Meratus

Exploitation/Production

22.433

Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan & Hulu Sungai Tengah

PT. Jorong Barutama G

Exploitation/Production/
Construction

7.341
12.770

Tanah Laut
Tanah Laut

PT. Bara Multi Sukses Sarana

Exploitation/Production

6.625

Banjar, Tanah Laut & Banjarbaru

PT. Kadya Caraka Mulia

Exploitation/Production/
Exploration

1.575
3.053

Banjar

PD. Baramarta

Exploitation/Production
Exploration

1.621
5.865

Banjar

PT. Sumber Kurnia Buana

Exploitation/Production
Exploration

10.920

Banjar & Tapin

PT. Tanjung Alam Jaya

Exploitation/Production
Exploration

1.232
8.877

Banjar

PT. Kalimantan Energi Lestari

Exploitation/Production
Exploration

6.261

Kotabaru

PT. Senamas Energindo Mulia

Exploitation/Production
FS
Exploration

10.000
25.830
13.250

Kotabaru
Kotabaru
Kotabaru

PT. Bina Bangun Banua

Feasibility study

6.960

Banjar & Tapin

PT. Borneo Indobara

Feasibility study

24.100

Tanah Bumbu

PT. Mantimin Coal Mining

Construction
Exploration

8.280
12.327

Tabalong & Balangan
Balangan & Tengah

PT. Bara Pramulya Abadi

Exploration

56.980

Tabalong

PT. Wahana Baratama Mining

Feasibility study

7.811

Tanah Laut dan Tanah Bumbu

PT. Lianganggang Cemerlang

Development
Exploration

236
1.855

Tanah Laut
Tanah Laut

PT. Interex Sacra Raya

Exploration

9.710

Tabalong

PT. Eka Satya Yanatama

Exploration

51.010

Tanah Bumbu & Kotabaru

PT. Multi Tambang Jaya Utama

Exploration

80

Tabalong

PT.Kalimantan Prima Persada

Pertambangan Umum

-

Banjar

PT. Terrarex

General Study

665

Tabalong

PT. Tohar Antareja

General Study

4.404

Tabalong

KONDISI EKONOMI MAKRO TRIWULAN III-2009

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melonjak drastis dari 4,20% (yoy) pada triwulan II-2009 menjadi 7,22% (yoy), yang ditopang oleh pertumbuhan sektor pertanian dan sektor pertambangan. Selain itu, konsumsi masyarakat dan konsumsi Pemerintah Daerah menjadi komponen penopang lainnya.

Peningkatan sektor pertanian terutama didorong oleh subsektor tanaman bahan makanan dan subsektor perkebunan. Penggunaan varietas  unggul, perluasan lahan tanam, serta peningkatan produktivitas lahan menjadi faktor pendorong meningkatnya produktivitas tanaman bahan makanan khususnya jagung dan ubi jalar. Membaiknya tingkat harga CPO dan karet menjadi pendorong pertumbuhan subsektor perkebunan. Sementara itu, meningkatnya permintaan ekspor batu bara menjadi penopang pertumbuhan sektor pertambangan pada triwulan ini.

Inflasi sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya, dari 4,78% (yoy) menjadi 4,31% (yoy). Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh kondisi daya beli masyarakat yang tidak sekuat tahun sebelumnya serta pasokan barang kebutuhan pokok yang cukup lancar. 

 

 



© VIVA.co.id
BERITA TERKAIT
Share :  
Rating
KOMENTAR
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru