NASIONAL

Sex Toys Made in China Banjiri Surabaya

Pedagang mengaku kulakan alat bantu seks maupun viagra dari Pasar Glodok, Jakarta.

ddd
Rabu, 17 Maret 2010, 15:12
sex toys asal China banjiri Surabaya
sex toys asal China banjiri Surabaya  

SURABAYA POST – Perdagangan alat bantu pemuas seks (sex toys) dan pil viagra secara ilegal semarak di Surabaya. Menyikapi ini, Polwiltabes Surabaya mulai melakukan razia intensif, salah satunya menggerebek gerai sex toys “Ming Shop” di Jl. Jemursari.

Kasatreskrim Polwiltabes, AKBP Anom Wibowo mengatakan bisnis perdagangan viagra dan sex toys secara ilegal diduga banyak bertebaran di Surabaya. Toko-toko yang menjual alat bantu pemuas seks ini biasanya tidak memajang secara terang-terangan nama ‘sex toys’ di plakat tokonya.

“Kebanyakan toko itu pasti berkedok sebagai toko penjual obat kuat. Namun kalau ditelusuri, mereka juga menjual berbagai alat bantu pemuas seks,” katanya, Rabu (17/3) pagi.

Memang, lanjut Anom, menjamurnya gerai yang menjual alat seks ini tak lepas dari dampak dari perdagangan bebas yang menyebabkan masuknya beragam barang ke Indonesia dengan mudah. “Kebanyakan sex toys yang diperdagangkan di sini merupakan barang impor dari China,” ucapnya.

Dalam penggerebekan sex toys di Jemursari, pihaknya telah mengamankan pengelolanya, Taufiqurrahman Yunus (21), asal Ds. Ngawen, Kec Wedhung, Demak (Jateng). Selain menjual alat pembantu seks,--sebagian besar buatan China, juga menjual viagra berbagai merk, mulai produk Amerika hingga China.

Ketika disidik, tersangka Yunus belum memberi penjelasan, terutana jaringan perdagangan yang diduga sudah lintas antar kota-kota besar. Dia hanya mengatakan, dirinya membeli barang-barang itu,--alat bantu seks maupun viagra dari Pasar Glodok, Jakarta.

Dirinya membeli barang-barang itu secara partai dengan harga grosir setiap 2 minggu sekali.”Jadi sekali ambil jumlahnya puluhan, bahkan ratusan,” ujarnya.

Terungkapnya bisnis ilegal sex toys ini berawal ketika petugas yang mencium banyaknya peredaran viagra dan sex toys di masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas Polwiltabes mendapatkan informasi soal keberadaan Ming Shop di Jemursari.

Selanjutnya, petugas pun melakukan penyamaran sebagai pembeli, dan mampu mengelabui tersangka Yunus. “Setelah bukti-bukti cukup kuat adanya pelanggaran hukum, kami pun menggerebek gerai itu,” tegas Anom.

Selain mengamankan tersangka, pihak Polwiltabes juga menyita beberapa barang bukti, di antaranya viagra (24 pak), dan belasan obat perangsang. Seperti breast up, fatilos, dan alat bantu pemuas seks.

Seperti ring penis, penis silikon, vakum, vagina tiruan, kondom duri, kondom duri silikon, dan vibrator yang berjumlah ratusan. Dalam penanganan kasus ini, tersangka Yunus dijerat pasal 196 KUHP dan pasal UU tentang kesehatan.

Arif Junianto



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
michael
28/05/2010
kok bisa ya indonesia menjadi peng importan barang ilegal apa lg alat bantu sexs sungguh parah indonesia saya sebagai bangsa indonesia sangatlah malu
Balas   • Laporkan
koncet
17/03/2010
Kok bisa ya barang import dan dikategorikan ilegal bisa beredar di masyarakat..emangnya tuh barang terjun bebas? Sama juga buka boroki aparat di Pelabuhan termasuk Polisi,Depkes nggak ada kerjanya selain nungguin barang ilegal udah beredar di pasar...kasi
Balas   • Laporkan
koncet
17/03/2010
Kok bisa ya barang import dan dikategorikan ilegal bisa beredar di masyarakat..emangnya tuh barang terjun bebas? Berarti aparat di Pelabuhan termasuk Polisi,Depkes nggak ada kerjanya selain nungguin barang ilegal udah beredar di pasar...kasihan tuh pedaga
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com