TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Makam dr Poch 'Hitler' Tak Bertanggal Lahir

Selain kusam, makam yang dilapisi batu granit hitam itu juga dipenuhi rumput golang-galing
 Makam dr Poch 'Hitler' Tak Bertanggal Lahir
Makam dr Poch di TPU Ngagel Utara, Surabaya (Tudji Martudji/VIVAnews)

VIVAnews -  Benarkah dokter Poch yang meninggal di RS Karang Menjangan, Surabaya, Adolf Hilter yang melarikan diri dari tanah kelahirannya? Di manakah makam diktaktor Jerman itu?

Penelusuran VIVAnews, Senin 22 Februari 2010, menemukan tempat peristirahatan dr Poch berada di Pemakaman Umum Ngagel Utara, Jalan Bung Tomo, Surabaya.

Makam itu berada di pojok bagian selatan dengan kondisi yang mengenaskan dan tidak terawat. Selain kusam, makam yang dilapisi batu granit hitam itu juga dipenuhi rumput golang-galing.

Makam berukuran 2x1 meter itu dikelilingi pagar besi yang sudah berkarat. Ada sebuah pintu masuk menuju makam yang sudah tidak bisa dibuka lagi karena kondisi pintu yang saling menempel akibat karat. Pagar tersebut kini beralih fungsi menjadi jemuran. Dua helai pakaian terlihat menghiasi pagar itu.

Dokter Poch merupakan satu-satunya orang bule yang dimakamkan di pemakaman tersebut. Warga sekitar tidak tahu si bule yang dimakamkan itu dari mana asalnya. Sebagian menyebut dari Belanda, lainnya lagi menyebutkan bule Inggris.

Di atas makam tersebut tertulis identitas "dokter GA Poch". Hanya inilah satu-satunya identitas yang menunjukkan bahwa makam itu memang makam orang yang pernah memimpin rumah sakit di Sumbawa Besar. Tidak ada identitas lain yang tertulis di batu berukuran 20x10 cm tersebut.

Kolom lahir dan wafat dibiarkan kosong, sehingga tidak ada identitas kapan Poch dilahirkan dan wafat. Selain nama, identitas lain  yang tertulis di batu itu hanya nomor urut makam, yakni 'CC 258'.

Yono (48), tukang batu, yang kini menjaga kompleks pemakaman itu menuturkan, Poch dimakamkan sekitar tahun 1970. "Saya diberitahu kuncen makam yang meninggal 5 tahun lalu," katanya.

Yono yang tinggal di sekitar makam itu mengingat saat sang dokter dimakamkan, usianya sekitar 10 tahun. Saat itu ia melihat banyak dokter yang mengikuti prosesi pemakaman.

Kok bisa tahu itu dokter? "Karena banyak yang pakai baju putih-putih kayak dokter. Banyak orang Belanda-nya," kata Yono.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP