NASIONAL

Puisi Terakhir untuk Gus Dur dari Si Bungsu

Menurut Innayah, puisi itu memang didedikasikan khusus buat ayahanda.
Selasa, 5 Januari 2010
Oleh : Ismoko Widjaya, Yudho Rahardjo
Inayah, putri bungsu Gus Dur, menyalakan lilin mengenang bapaknya

VIVAnews - Innayah Wulandari, putri bungsu mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, membacakan puisi untuk mendiang sang ayah. Puisi ini sudah dibacakan di hadapan Gus Dur tiga bulan lalu.

"Saya bacakan di depan Bapak (Gus Dur). Tapi, Bapak diam saja, tidak bilang bagus," kata Innayah Wulandari di hadapan para peserta tahlilan tujuh hari wafatnya Gus Dur, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa 5 Januari 2010.

Menurut Innayah, puisi itu memang didedikasikan khusus buat ayahanda. Awalnya, Innayah tidak berkenan membuat puisi.

"Tetapi karena dipaksa teman-teman saya, tiga bulan lalu saya bacakan di depan Bapak," ujar Innayah yang pernah menggelar acara ulang tahun di Istana saat Gus Dur menjadi Presiden ini.

Dengan berlinang air mata, Innayah membaca puisi itu. Berikut puisi Innayah untuk Gus Dur berjudul "Karena Ayahku" :

"Karena Ayahku"

Kalau aku orang dermawan, itu karena ayahku yang mengajarkan

Kalau aku jadi orang toleran, itu karena ayahku yang menjadi panutan

Kalau aku jadi orang beriman, itu karena ayahku yang menjadi imam

Kalau aku jadi orang rendah hati, itu karena ayahku yang menginspirasi

Kalau aku jadi orang cinta kasih, itu karena ayahku memberi tanpa pamrih

Kalau aku bikin puisi, ini karena ayahku yang rendah hati


ismoko.widjaya@vivanews.com

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found