NASIONAL

Bemo Diremajakan, Jalur Diubah

Setelah pembangunan sejumlah jalan dan jembatan dalam kota rampung.

ddd
Senin, 4 Januari 2010, 13:10
Angkot di Surabaya
Angkot di Surabaya (Purnomo Siswanto | Surabaya Post)

SURABABA POST -- Pemkot Surabaya bakal meremajakan angkutan kota (angkot) atau bemo dan jalurnya. Program ini dilakukan seiring selesainya sejumlah insfrastruktur kota berupa jalan dan jembatan.

Sejumlah jalan yang mendukung peremajaan angkot dan jalurnya di antaranya frontage road di sisi timur Jl. A Yani, box culvert di Jl. Banyuurip, box culvert di Jl. Semolowaru, Jalan middle east ring road (MERR) II A dari Kenjeran-Kaliyudan dan MERR IIB dari Kampus C Unair (Mulyorejo) - Jl. Arif Rachman Hakim. Selain itu juga tengah digarapnya pembangunan jalan MERR II C dari Jl Arif Rachman Hakim-Gununganyar.

“Kami sedang merancang desain angkot dan jalur-jalur barunya. Selanjutnya, tinggal mematangkan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organda Surabaya,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Tri Rismaharini, Senin (4/1) siang tadi.

Saat ini, lanjutnya, Bappeko sedang membuat konsep bentuk peremajaan kendaraan dan membahas perubahan jalur angkot yang baru. Untuk bentuk angkotnya, akan dibuat yang ramah lingkungan dengan mengubah bentuk angkot yang selama ini dipakai warga.

Bentuk dari kendaraan bemo tersebut tidak jauh beda dengan yang lama. Bedanya, ukuran bemo modern lebih besar karena ruang penumpang lebih luas dan berpendingin udara.

Dengan desain yang lebih besar ini, diharapkan para penumpang bisa merasa nyaman. Apalagi, cuaca Surabaya terkenal panas di musim kemarau.

Selain itu, bahan bakar bemo modern ini akan diprogram yang tidak mengeluarkan asap karbon dalam volume yang banyak. Rencananya, desain engeneering desain (DED) angkot modern tersebut akan direalisasikan 2010, sedangkan realisasi peremajaannya pada 2011. 

Demikian soal jalur-jalur yang akan dilewatinya. Semua jalur angkot akan diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat kota. Termasuk di antaranya jalur angkot yang menghubungkan kawasan timur di Mulyorejo- Kertajaya-Pandegiling-Banyuurip-Benowo.

“Soal jalur sudah kami bahas dengan Organda dan Dishub dan kedua lembaga ini sudah setuju. Kini tinggal pembahasan ulang dan mematangkannya. Harapan kami, dalam perubahan jalur tidak ada lagi istilah jalur gemuk, jalur tumpang tindih dan lainnya,” ungkap Risma.

Ketua Organda Surabaya Wastomi Suhari mengatakan, pihaknya menyambut baik renacana pemkot meremajakan angkot dan mengubah jalur.

Sebab, kondisi angkot di Surabaya sudah banyak yang tua dan banyak yang tidak layak untuk dioperasikan lagi. “Mayoritas angkot di Surabaya itu buatan tahun 1980-an,” katanya.

Untuk peremajaan angkot ini menurutnya desainnnya tetap harus menarik. Bila perlu bentuknya sama atau seragam. Harapannya, angkot yang baru bisa lebih laku dari yang sekarang.

Soal jalur baru juga harus dibicarakan dengan para sopir angkot. Pembahasannya harus dilaksanakan secara matang agar bisa diterima semua pihak.

“Biasanya, perubahan jalur angkot ini yang rawan gejolak, sebab akan ada gesekan-gesekan antar sopir. Nah gesek-gesekan inilah yang harus kita redam,” ungkapnya.

Laporan: Purnomo Siswanto



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru