TUTUP
TUTUP
NASIONAL

Gus Dur Juga Diusulkan Jadi Bapak Tionghoa

Warga Keturunan Tionghoa dari Kebumen ingin mengangkat Gus Dur sebagai bapak Tionghoa.
Gus Dur Juga Diusulkan Jadi Bapak Tionghoa
Foto Gus Dur - Abdurrahman Wahid (Antara/ Ujang Zaelani)

SURABAYA POST – Semakin banyak dukungan dari berbagai kalangan agar KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dijadikan pahlawan nasional membuat Ny Zanuba Arifach Chafsoh (Yenny Wahid) gembira.

Kalangan Tionghoa juga mendukung Gus Dur mendapat anugerah pahlawan nasional. Karena, Gus Dur tokoh yang cinta perdamaian. Warga Keturunan Tionghoa dari Kebumen Jateng ingin mengangkat Gus Dur sebagai bapak Tionghoa Indonesia.

”Kami sekeluarga berterima kasih kepada segenap masyarakat, atas dukungan agar bapak dijadikan pahlawan nasional. Kami juga berterima kasih kepada semua yang hingga saat ini masih terus berdatangan, membacakan tahlil dan mendoakan bapak,” katanya, Minggu, 3 Januari 2010.

Istri Dhohir Farizi itu merasa cukup lega, karena pascaayahnya dimakamkan masih banyak warga yang berziarah dan berdoa ke makam. Sampai sekarang masih banyak orang-orang yang sayang pada ayahnya, meskipun ayahnya sudah wafat. ”Dengan banyaknya warga berziarah dan berdoa, serta ikut tahlil setiap malam di lokasi ini menjadi bukti kalau bapak memang sangat dihormati, dan disayang warga,” katanya.

Menurutnya, pemikiran Gus Dur yang awalnya banyak menimbulkan kontroversi, kini justru memunculkan banyak pemuda kritis, anak-anak yang idealisme tinggi demi membangun bangsa dan negara. “Kalau memang rakyat dan pemerintah menghendaki almarhum ayahya dijadikan pahlawan nasional tentunya pihak keluarga sangat senang sekali,” katanya.

Ketua Rombongan warga Tionghoa dari Kebumen, Santosa Wijaya, seusai berziarah di makam Gus Dur, mengatakan, sangat setuju kalau Gus Dur mendapat anugerah pahlawan nasional. Karena, Gus Dur banyak jasanya yang diberikan kepada negara dan bangsa. Selain itu, Gus Dur cinta kedamaian.

Semasa hidupnya, kata Santosa, Gus Dur jasanya sangat besar kepada warga tionghoa. Sebelum cucu pendiri NU ini menjadi presiden, warga keturunan banyak mendapatkan diskriminasi. Namun ketika Gus Dur menjadi presiden, diskriminasi itu dihilangkan oleh Gus Dur.

Contohnya, hari imlek dijadikan hari libur nasional oleh Gus Dur. Selain itu, Gus Dur juga tidak segan-segan mengaku berasal dari keturunan tionghoa. “Jasa beliau sangat besar buat kami, makanya jika keluarga tidak keberatan maka warga keturunan tionghoa dari Kebumen Jateng sekarang ini bertekad mengangkat Gus Dur menjadi bapak tionghoa Indonesia.

Sebagai wujud kecintaannya, sebanyak 172 warga keturunan Tionghoa dari Kebumen datang dan berziarah di makam Gus Dur di Ponpes Tebuireng, Jombang. “Kita ini semuanya warga keturunan, pengagum berat Gus Dur. Kita benar-benar kehilangan atas wafatnya Gus Dur. Beliau adalah panutan kita,” katanya.

Pemerhati sosial Drs Endro Racman Msi mengatakan, usulan agar Gus Dur menjadi pahlawan nasional, segera dikaji. Caranya, Pemkab Jombang melalu Dinas Sosial maupun Kesbang Linmas menggelar seminar terbuka membahas masalah pemberian anugerah Gus Dur menjadi pahalwan nasional. Dalam seminar diundang berbagai lapisan masyarakat, seperti pekerja seni, DPRD, parpol, pendidikan, agama, ormas, pekerja sosial, dan ahli sejarah. Hasil seminar itu dijadikan bahan usulan bagi Pemkab Jombang ke Pemprop Jatim, dan pemerintah pusat agar Gus Dur disahkan mendapat anugerah pahlawan nasional.

“Seminar hanyalah persyaratan formalitas saja dalam mengusulkan Gus Dur untuk mendapatkan anugerah pahlawan nasional. Semua orang sudah tahu, jasa-jasa beliau sangat besar bagi negara dan bangsa Indonesia, sehingga dalam seminar nanti saya optimistis tidak akan ada peserta seminar yang menolak Gus Dur diberi anugerah pahlawan nasional. Semuanya akan sangat menyetujui Gus Dur diberi anugerah menjadi pahlawan nasional,” katanya.

Ketua DPRD Kab. Jombang Ir Bahana Bella Binanda mengatakan, secara pribadi dirinya setuju Gus Dur diberi anugerah pahlawan nasional. Karena Gus Dur sebagai guru bangsa dan bapak pluralisme di Indonesia. Namun, kalau secara lembaga belum dibahasnya, karena untuk memutuskan secara lembaga harus dibahas dulu dengan seluruh anggota DPRD Kab. Jombang.

Bupati Jombang Drs H Suyanto MMA belum bisa dikonfirmasi mengenai masalah ini. Namun, salah seorang pejabat yang dekat dengan bupati mengatakan, selain menunggu aspirasi warga, bupati juga membentuk tim pengkaji kepahlawanan. Hasil kerja tim ini nantinya akan dijadikan modal bagi Pemkab Jombang untuk mengusulkan ke Pemprov Jatim dan pemerintah pusat.

Laporan: Bambang Sujarwanto

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP