NASIONAL

Dephub Bentuk Layanan Navigasi Penerbangan

Perusahaan akan fokus pada keselamatan penerbangan.

ddd
Senin, 14 Desember 2009, 15:13
Peragaan alat keselamatan penerbangan
Peragaan alat keselamatan penerbangan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pemerintah berupaya meningkatkan layanan penerbangan. Dalam waktu dekat sebuah perusahaan umum yang khusus menyelenggaran layanan navigasi penerbangan akan dibentuk.

"Sedang dibahas apakah berbentuk perum atau perum khusus, di tingkat eselon satu sedang dibahas. Sebelumnya sudah dibahas, tapi perlu ada pendalaman lagi," kata Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti dalam diskusi Menyongsong BUMN Navigasi Penerbangan, di Hotel Millenium, Senin 14 Desember 2009.

Dengan adanya lembaga baru ini, Herry berharap standar pelayanan minimal navigasi penerbangan Indonesia setaraf dengan pelayanan navigasi di Singapura. "Inilah target kita, untuk itulah kita berbenah," ujarnya.

Saat ini pelayanan navigasi penerbangan dengan pelayanan bandara-bandara baik di AP I maupun di AP II masih menjadi satu. Sehingga tidak terlalu fokus dalam menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan. Sebab seringkali maskapai penerbangan Indonesia mengalami keterlambatan mendarat bahkan hilang arah. Oleh karenanya lembaga baru untuk pelayanan navigasi ini perlu dibuat agar bisa lebih fokus memberikan pelayanan navigasi penerbangan.

“Nantinya lembaga ini tidak boleh mencari keuntungan dan harus berorientasi pada keselamatan dan pelayanan penerbangan,” kata Kasubdit Standarisasi dan Sertifikasi Direktorat Navigasi Penerbangan Departemen Perhubungan Novie Rahardja.

Saat ini pihaknya pun sangat berhati-hati dalam mengkaji rencana pembentukan lembaga baru ini agar pemerintah tidak salah dalam mengambil keputusan. Beberapa departemen lain juga ikut terlibat dalam pembahasan pembentukan lembaga baru ini, di antaranya, Kementerian Negera BUMN, Departemen Keuangan, Departemen Hukum dan HAM, dan Sekretaris Negara.

“Mudah-mudahan minggu ini sudah ada keputusan, apakah nantinya akan jadi BUMN atau yang lain. Sementara Asosiasi Pemandu Lalu Lintas Udara Indonesia (Indonesia Air Traffic Controllers Association /IATCA) mendesak dilibatkan secara mendalam, tujuannya agar ada harmonisasi pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia. "Kita setuju saja apapun bentuknya nanti, tapi tolong kami dilibatkan lebih dalam," kata Presiden IACTA Susila.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
Jalu Priya
16/12/2009
siap2 mikir sumbang pikir, idenya bagus tapi ..............
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com