NASIONAL

Lapas Paledang Over Kapasitas

1.409 orang warga binaan harus berdesakan memenuhi ruang tahanan berkapasitas 500 orang.

ddd
Sabtu, 12 Desember 2009, 23:07
Foto Penjara
Foto Penjara (AP Photo)

VIVAnews – Jumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat, melebihi kapasitas tahanan yang ada. Sebanyak 1.409 orang harus berdesakan memenuhi ruang tahanan yang kapasitasnya hanya untuk 500 orang.
 
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Paledang, Risman Somantri, Sabtu 12 Desember 2009, saat ditemui VIVAnews.

"Kondisinya sudah penuh sesak dan daya tampungya sudah tidak memadai," ujarnya.

Apalagi, kata dia, jumlah tahanan di Lapas ini bertambah drastis setelah 21 mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor periode 1999 – 2001 dijebloskan ke penjara ini. Mereka terkena kasus korupsi APBD gate sebesar Rp 6,8 milliar.

“Akibat padatnya daya tampung Lapas ini beberapa tahan bahkan tidak mendapat tempat tidur,” ujarnya lagi.

Satu sel di Lapas Paledang harus berkapasitas untuk 20 orang. Namun saat ini diisi lebih dari 30 orang.

"Ini terpaksa dilakukan, mengingat sudah padat. Tapi kita sudah memberikan penjelasan kepada tahanan bahwa kondisi ini harap dimaklumi," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, Lapas ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk melakukan penambahan daya tampung.

"Kita sudah sampaikan hal ini kepada pemerintah setempat, tapi belum ada respon. Kondisi ini memang bukan hanya di Bogor saja, hampir semua LP mengalami hal yang sama," ujarnya.

Lapas Paledang selain menampung tahanan laki-laki, juga berisi tahanan untuk anak-anak dan wanita.

Laporan: Ayatullah Humaeni| Bogor



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Kode Etik | Lowongan
Copyright © 2014 PT. VIVA Media Baru